Pembelajaran Mendalam Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Era Digital
- 30 Jun 2026 19:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Generasi masa depan dituntut memiliki kemampuan berpikir mendalam, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung semakin cepat
- Pendidikan memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang cakap secara akademik dan tangguh menghadapi dinamika kehidupan.
- Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) tercipta melalui proses belajar yang bermakna, reflektif, dan relevan dengan tantangan nyata.
RRI.CO.ID, Batam – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) tercipta melalui proses belajar yang bermakna, reflektif, dan relevan dengan tantangan nyata.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Mulai dari interaksi sosial, aktivitas ekonomi, hingga tata kelola global.
Menurutnya, perubahan tersebut juga menghadirkan berbagai isu baru yang membutuhkan pemahaman hukum, etika. Bahkan, kolaborasi lintas negara.
"Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta memahami berbagai dampak dari perkembangan teknologi digital," kata Atip dalam kuliah umum bertema Hukum Internasional dan Tantangannya pada Era Digital di Batam, Kepulauan Riau, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.
Ia mengatakan, pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang menguasai ilmu pengetahuan, berkarakter kuat, kreatif, dan kritis. Semangat tersebut menjadi landasan penguatan Deep Learning yang saat ini terus didorong Kemendikdasmen.
Melalui pendekatan Deep Learning, peserta didik diajak memahami konsep secara utuh dengan menghubungkan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Peserta didik dituntut untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar mampu menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks
Wamendikdasmen mengingatkan, setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum, etika, dan tanggung jawab yang perlu dipahami sejak dini. Oleh karena itu, literasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis.
“Saya ingin menegaskan bahwa hukum internasional tidak boleh menjadi artefak masa lalu. Tetapi harus terus berkembang dan mampu merespons tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini maupun di masa depan," katanya, tegas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....