BPOM Perkuat Program Manajemen Risiko untuk Tingkatkan Ekspor Pangan Nasional

  • 30 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai ekspor pangan Indonesia mencapai hampir Rp500 triliun per tahun dan diharapkan terus meningkat melalui penerapan PMR
  • BPOM menerapkan Program Manajemen Risiko pada pangan steril komersial untuk memperpanjang masa simpan produk berdasarkan hasil pengujian
  • Indonesia memiliki hampir 700 ribu jenis pangan yang berpotensi dipasarkan lebih luas, termasuk ke pasar ekspor global

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan Program Manajemen Risiko (PMR) khususnya diterapkan untuk produk pangan steril komersial. Menurutnya, program tersebut menyasar produk steril komersial yang dipasarkan dalam bentuk kemasan.

Ia mengatakan, berdasarkan data BPOM, Indonesia memiliki hampir 700 ribu jenis makanan yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Menurutnya, ragam pangan tersebut mencakup sambal, makanan asinan, produk steril komersial dalam kemasan, serta pangan segar.

“Jumlah jenis kuliner makanan di Indonesia itu jenisnya yang sampai sekarang yang menurut data badan pom hampir 700 ribu jenis makanan. Mulai dari sambalnya, sistem asinannya dan sebagainya ada hampir 700 ribu dan itu bertambah terus,” ujarnya usai kegiatan ‘Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026’ di Kantor BPOM, Selasa, 30 Juni 2026.

Taruna menjelaskan, PMR diterapkan secara ketat dan terukur terhadap berbagai jenis produk pangan. Ia berharap pangan segar maupun produk yang umumnya bertahan sekitar satu minggu memiliki masa simpan lebih panjang.

Menurutnya, masa simpan produk dapat mencapai enam bulan, satu tahun, bahkan hingga satu setengah tahun. Ia menegaskan masa kedaluwarsa ditetapkan berdasarkan hasil pengujian sebelum BPOM memberikan izin.

Taruna mengatakan penerapan PMR secara ketat membuka peluang produk pangan Indonesia menjangkau pasar global. Menurutnya, hampir 700 ribu jenis pangan tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga berpotensi diekspor.

Ia menyebut program tersebut juga ditujukan untuk mendukung pelaku usaha nasional meningkatkan ekspor produk pangan. Menurutnya, nilai ekspor pangan Indonesia saat ini hampir mencapai Rp500 triliun setiap tahun dan masih berpotensi bertambah.

“Saya sekedar mau berikan informasi nilai ekspor pangan kita itu hampir 500 triliun setiap tahun. Nah jadi potensi tadi bisa semakin bertambah dengan program manajemen resiko,” ucap Taruna.

Ia menegaskan, BPOM akan terus mengawal pelaksanaan PMR untuk mendukung kepentingan nasional, khususnya melalui peningkatan ekspor pangan Indonesia. Menurutnya, pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing produk pangan nasional di pasar internasional.

Taruna mengatakan BPOM selalu merespons berbagai isu pangan yang muncul di Arab Saudi, Amerika, Taiwan, Korea Selatan, India, dan Australia. Respons tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi kepentingan ekspor pangan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi sangat besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....