DWP Komdigi Gelar Seminar Sahabat TUNAS untuk Wujudkan Ruang Digital Aman

  • 30 Jun 2026 01:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, JAKARTA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media menggelar Seminar Sahabat TUNAS. Acara ini digelar pada Senin, 29 Juni 2026 di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Seminar bertema “Ibu Cerdas Digital, Anak Aman dan Bahagia: Mengenal PP TUNAS untuk Keluarga Indonesia”. Giat ini bertujuan meningkatkan pemahaman para ibu terkait pendampingan anak agar memanfaatkan ruang digital secara aman, sehat, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Plh. Ketua DWP Kementerian Komdigi, Satriany Alexander Sabar, menegaskan ruang digital bukan tempat yang sepenuhnya aman bagi anak. Apalagi tanpa pengawasan orang dewasa.

“Ruang digital bukanlah tempat bermain yang sepenuhnya sesuai bagi anak tanpa pendampingan. Tidak ada yang dapat menggantikan peran ibu sebagai benteng pertama dalam melindungi dan membimbing anak di dunia digital,” kata Satriany dalam sambutannya.

Ketua Umum DWP, Ibu Ida Budi G. Sadikin, menyampaikan perkembangan teknologi digital membuka banyak peluang bagi anak. Yakni untuk belajar, berkreasi, dan berinteraksi.

Namun, ia mengingatkan berbagai tantangan yang menyertainya menuntut perhatian. Serta pendampingan aktif dari orang tua.

“Perkembangan teknologi digital membuka banyak peluang bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan berinteraksi. Namun, berbagai tantangan yang menyertainya menuntut perhatian serta pendampingan aktif dari orang tua agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujar Ida.

Senada, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi RI, Ibu Fifi Aleyda Yahya, menekankan peran penting orang tua dalam memastikan anak aman di ruang digital. Menurut Fifi, internet tidak perlu dijauhi, tetapi harus dihadapi dengan strategi pendampingan dan peningkatan literasi digital yang tepat.

“Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak aman di ruang digital. Internet bukan sesuatu yang harus dijauhi, melainkan perlu dihadapi dengan pendampingan dan literasi digital yang tepat,” kata Fifi.

Pada sesi materi, Prof. Dr. Rose Mini menjelaskan alasan anak membutuhkan perlindungan khusus di ruang digital. Ia menyebut kemampuan kognitif, afektif, dan pengalaman hidup anak masih dalam tahap berkembang.

“Anak membutuhkan perlindungan digital karena kemampuan kognitif, afektif, dan pengalaman hidup mereka masih berkembang. Sehingga belum mampu sepenuhnya mengendalikan diri maupun mengambil keputusan secara tepat,” kata Rose Mini.

Pembicara lainnya, Zarry Hendrik, menggambarkan ruang digital sebagai “dunia tanpa dinding”. Ia menilai ruang digital adalah jendela informasi terbuka, ruang interaksi yang bergerak cepat, sekaligus ladang tumbuh bagi masa depan anak.

“Oleh karena itu, literasi digital dan pendampingan orang tua menjadi kunci. Agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif,” kata Zarry.

Seminar Sahabat TUNAS diharapkan menjadi langkah konkret DWP Komdigi dan Ditjen Kompul Media dalam mendorong keluarga Indonesia. Khususnya para ibu, untuk menjadi lebih cerdas digital demi terwujudnya anak yang aman dan bahagia di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....