Airlangga Dorong Ritel Masuk Pedesaan untuk Gerakkan Ekonomi Berbasis Komoditas
- 26 Agt 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong ekspansi sektor ritel ke wilayah pedesaan untuk mengaktifkan ekonomi lokal berbasis komoditas pertanian dan perikanan.
- Arahan perluasan ritel ke pedesaan sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau masyarakat pedesaan melalui aktivitas ritel yang berkelanjutan.
- Strategi ini bertujuan memperkuat perputaran ekonomi di tingkat daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang belum optimal dalam sistem distribusi ritel nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mendorong sektor ritel tidak hanya berkembang di kota besar. Menurutnya, pemerintah juga mengarahkan ritel masuk pedesaan untuk menggerakkan perekonomian berbasis komoditas daerah.
Airlangga mengatakan arahan tersebut sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto agar aktivitas ritel menjangkau masyarakat pedesaan. Menurutnya, perluasan ritel dapat memperkuat perputaran ekonomi yang bertumpu pada potensi pertanian dan perikanan.
“Bapak Presiden juga mendorong agar retail ini tidak hanya di kota-kota besar ataupun di urban. Tetapi masuk juga di pedesaan,” ujar Airlangga saat menghadiri Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Airlangga mengatakan pemerintah mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menyediakan barang ritel yang mendapatkan subsidi pemerintah. Koperasi tersebut, lanjutnya, sekaligus diarahkan membeli hasil pertanian dan perikanan dari masyarakat daerah masing-masing.
“Pemerintah mendorong Koperasi Merah Putih agar barang ritel yang disubsidi pemerintah juga tersedia di lapangan. Sekaligus mempunyai tugas sebagai agen untuk membeli barang-barang hasil pertanian ataupun perikanan di daerah masing-masing,” katanya.
Menurut Airlangga, pola tersebut diharapkan membuat aktivitas ekonomi pedesaan berputar berdasarkan komoditas pertanian. Selain itu, ia menilai pengembangan ritel desa juga membutuhkan dukungan kemampuan pengelolaan digital agar dapat mengikuti standar ritel modern.
Pada kesempatan itu, Airlangga meminta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) membantu pengembangan kemampuan pengelola ritel pedesaan. Pelatihan tersebut, lanjutnya, diharapkan membantu mereka menggunakan sistem digital serta mengakses kebutuhan non-subsidi.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal HIPPINDO Haryanto Pratantara menilai penguasaan teknologi penting meningkatkan kemampuan pelaku ritel. Ia mengatakan, pelaku usaha perlu memahami konsumen agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara tepat.
“Apapun yang kita lakukan sekarang sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen kita masing-masing. Langkah pertama adalah kita harus mampu mengenali konsumen kita siapa, apa kebutuhan dan keinginannya,” ujar Haryanto yang sekaligus sebagai Ketua Panitia IRSE 2026.
Haryanto menilai peningkatan kompetensi menjadi bagian penting menjaga keberlanjutan bisnis ritel menghadapi perubahan pasar. Menurutnya, perusahaan yang berkembang merupakan pelaku usaha yang terus memahami konsumen dan berinovasi memenuhi kebutuhannya.
Sebagai informasi, IRSE 2026 tahun ini menghadirkan 33 sesi seminar dan diskusi yang membahas berbagai kompetensi sektor ritel. Kegiatan tersebut melibatkan 71 pembicara dari dalam dan luar negeri serta 79 exhibitors dan sponsor.
IRSE 2026 berlangsung selama dua hari di Swissotel PIK, Jakarta, pada 26-27 Agustus 2026. Penyelenggara menargetkan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 4.000 peserta dari sektor ritel dan ekosistem pendukungnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....