Bangun 1.151 Kilometer Jalan, Pemerintah Pacu Ekonomi Daerah
- 30 Jun 2026 07:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah membangun 1.151 kilometer jalan daerah di 37 provinsi untuk memperluas pemerataan ekonomi
- Pembangunan dilakukan berdasarkan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah
- Infrastruktur jalan diarahkan mendukung swasembada pangan, energi, dan air
- Jalan baru diharapkan memperlancar distribusi hasil produksi hingga ke wilayah pelosok
- Pemerintah menilai konektivitas yang lebih baik akan mempercepat distribusi pangan, energi, dan air bersih
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah menjadi langkah pemerintah memperluas pemerataan ekonomi. Infrastruktur tersebut diharapkan membuka akses produksi dan distribusi hingga ke pelosok.
Menurut Qodari, pembangunan jalan dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Jalan yang dibangun tersebar di 37 provinsi untuk mendukung swasembada pangan dan energi.
"Pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tapi menjangkau hingga ke pelosok-pelosok desa yang selama ini jarang tersentuh. Kita ingin memastikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan oleh setiap warga negara," kata Qodari dalam keterangan pers, Senin 29 Juni 2026.
Ia menilai jalan menjadi infrastruktur penting yang menghubungkan sentra produksi dengan masyarakat. Pembangunan tersebut juga menjadi fondasi untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air.
"Pembangunan ini adalah fondasi kokoh kita bersama untuk menyongsong swasembada pangan, energi, dan air," ucapnya.
Qodari menambahkan pemerintah ingin memastikan distribusi hasil panen tidak lagi terhambat akibat akses jalan yang rusak. Dengan konektivitas yang lebih baik, pasokan pangan, energi, dan air bersih diharapkan mengalir lebih cepat dan efisien.
"Dengan jalan yang mulus dan terhubung, diharapkan bermanfaat baik. Terutama aliran pasokan pangan dari pusat-pusat produksi ke masyarakat akan berjalan lebih cepat dan efisien," kata Qodari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....