PU Siapkan Empat Ruas Tol sebagai Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU

  • 24 Jul 2026 08:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menyiapkan empat ruas jalan tol sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU
  • Kebijakan tersebut mendukung penguatan pertahanan nasional sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
  • Jalan tol tetap berfungsi normal untuk lalu lintas, namun dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat saat kondisi tertentu

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan empat ruas jalan tol sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU). Langkah tersebut bertujuan mendukung penguatan pertahanan nasional sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui infrastruktur strategis.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat strategis, selain mendukung mobilitas masyarakat dan logistik. Karena itu, sejumlah ruas jalan tol dirancang memiliki fungsi ganda untuk kepentingan sipil maupun mendukung operasi pertahanan negara.

"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda. Maksudnya, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 23 Juli 2026.

Empat ruas yang disiapkan meliputi Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jakarta–Cikampek II Selatan, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Probolinggo–Banyuwangi. Seluruh ruas tersebut tetap beroperasi sebagai jalan tol pada kondisi normal dan difungsikan saat keadaan darurat.

Dody menjelaskan panjang lintasan darurat akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional pesawat tempur TNI AU. Ia menyebut, untuk lintasan Banda Aceh–Sigli akan diperpanjang menjadi sekitar 3,8 kilometer dari sebelumnya sepanjang 2,8 kilometer.

Sementara itu, lintasan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan diperpanjang menjadi sekitar 3,5 kilometer dari sebelumnya sepanjang 2,8 kilometer. Adapun Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi disiapkan memiliki lintasan darurat sepanjang sekitar tiga hingga 3,5 kilometer.

"Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan, dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU," ujarnya.

Menurut Dody, kesiapan jalan tol sebagai landasan darurat telah dibuktikan melalui uji coba yang dilaksanakan sebelumnya. Uji coba berlangsung di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung menggunakan EMB-314 Super Tucano dan F-16 pada 11 Februari 2026.

Pendaratan dan lepas landas dilakukan pada ruas KM 228 hingga KM 231 dengan hasil berjalan sukses. Kegiatan tersebut juga menjadi pendaratan pesawat tempur pertama yang dilaksanakan di ruas jalan tol Indonesia.

Keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan infrastruktur jalan tol telah memenuhi standar kepentingan strategis pertahanan nasional. Konsep fungsi ganda tersebut juga mengoptimalkan investasi infrastruktur untuk mendukung pembangunan ekonomi maupun penguatan sistem pertahanan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....