Bakom RI: Paket Stimulus Semester II Dorong Konsumsi Domestik
- 30 Jun 2026 07:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bakom menyatakan stimulus ekonomi semester II 2026 disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat
- Pemerintah memberikan insentif transportasi, bantuan pangan, dan program ketenagakerjaan
- Bantuan pangan akan disalurkan kepada 33,24 juta penerima manfaat pada Juli–September
- Program magang dan pelatihan vokasi disiapkan bagi lulusan serta pekerja terdampak PHK
- Pemerintah juga memberi insentif bagi dunia usaha dan penulis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengataka, paket stimulus ekonomi semester II 2026 disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto guna mendorong konsumsi domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Qodari, pemerintah akan memberikan berbagai insentif bagi masyarakat. Stimulus tersebut diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua 2026.
"Seluruh stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik. Selain itu, melindungi masyarakat dari dampak ketidakpastian global," kata Qodari dalam keterangannya, Senin 29 Juni 2026.
Pemerintah akan memberikan diskon tarif kereta api dan kapal Pelni sebesar 30 persen selama libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru. Selain itu, tersedia pembebasan tarif jasa kepelabuhan penyeberangan dan PPN Ditanggung Pemerintah untuk transportasi udara.
"Insentif ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat Sekaligus, menciptakan efek pengganda atau multiplier effect bagi perekonomian," ucapnya.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat pada Juli hingga September. Langkah itu ditujukan melindungi kelompok rentan dari gejolak harga kebutuhan pokok.
Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah membuka program magang nasional bagi 150 ribu lulusan perguruan tinggi. Pemerintah juga menyediakan pelatihan vokasi untuk 220 ribu lulusan SMA dan SMK serta 50 ribu pekerja terdampak PHK.
Selain masyarakat, pemerintah memberikan insentif bagi dunia usaha melalui bea masuk nol persen untuk impor LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik. Pemerintah juga menetapkan tarif Pajak Penghasilan Final sebesar 1,5 persen bagi para penulis.
"Pemerintah akan terus mengawal implementasi seluruh kebijakan tersebut agar berjalan sesuai rencana. Kemudian, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Qodari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....