Pemerintah Siapkan Stimulus Pengembangan Kendaraan Listrik Nasional

  • 05 Agt 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia menyiapkan stimulus khusus untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional yang dirancang untuk meningkatkan industri otomotif domestik.
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa anggaran program sudah tersedia dan sedang dalam tahap penyiapan peluncuran resmi.
  • Kebijakan stimulus masih dalam proses pembahasan lintas kementerian teknis sebelum pengumuman resmi dilakukan kepada publik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah menyiapkan stimulus untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut masih dibahas lintas kementerian teknis sebelum diumumkan secara resmi.

Airlangga menjelaskan stimulus itu disiapkan seiring rencana pembangunan motor listrik nasional. Ia menambahkan anggaran program tersebut telah tersedia dan pemerintah tinggal menyiapkan peluncurannya.

"Stimulus EV nanti kita akan monitor karena rencana kan ada rencana pembangunan atau pembuatan motor listrik nasional. Nah ini masih dalam pembahasan antar kementerian teknis dan anggarannya sudah ada tinggal bagaimana kita meluncurkan," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Airlangga mengemukakan stimulus tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas produksi nasional pada sektor kendaraan listrik. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam pengembangan kendaraan listrik.

"Di mana ini nanti dampaknya adalah meningkatkan kemampuan daripada produksi yang sudah ada, produksi nasional. Dan juga meningkatkan TKDN," katanya.

Menurut Airlangga, pemerintah juga menyiapkan ekosistem motor listrik atau kendaraan listrik (EV) secara menyeluruh. Ia mengatakan baterai turut dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem tersebut.

"Sekaligus menyiapkan bahwa kita sedang menyiapkan ekosistem motor listrik ataupun EV. Di mana baterai juga sebetulnya kita siapkan," ucap Airlangga.

Airlangga menjelaskan baterai menjadi salah satu komponen dengan TKDN terbesar pada kendaraan listrik. Menurutnya, biaya baterai mencapai sekitar 60 persen dari total biaya kendaraan listrik.

Ia menyebut skema yang akan diterapkan masih mengacu pada pilihan antara sistem battery swap. Atau integrasi baterai dengan motor listrik.

"Dan salah satu yang paling tinggi nanti komponen TKDN-nya untuk EV itu adalah baterai di mana biaya baterai adalah 60 persen. Tinggal skemanya apakah skema battery swap atau itu menjadi bagian dari integrasi dari motor," ujar Airlangga.

Airlangga menegaskan anggaran stimulus kendaraan listrik telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, peluncuran program akan menyesuaikan rencana penyerapan anggaran sebelum diumumkan.

"Anggarannya kemarin sudah disiapkan tergantung nanti dari rencana penyerapan. Jadi nanti kita akan umumkan," kata Airlangga.

Pada semester kedua 2026, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi sesuai asumsi dalam APBN sebesar 5,4 persen. Airlangga mengatakan investasi, belanja pemerintah, daya beli masyarakat, serta aktivitas ekspor dan impor akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

"Semester dua tentu kita menargetkan tahun ini kan sesuai dengan APBN 5,4. Jadi tentu kita harus menjaga momentum pertumbuhan di atas 5," ucap Airlangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....