Pemerintah Lanjutkan Bantuan Pangan, Siapkan Stimulus Transportasi
- 06 Agt 2026 05:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah melanjutkan program bantuan pangan dan stimulus transportasi di semester kedua 2026 sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.
- Bantuan pangan akan menjangkau 33,24 juta penerima manfaat dengan alokasi 10 kilogram beras per penerima.
- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam melanjutkan program sosial ekonomi untuk menstabilkan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melanjutkan sejumlah program pada semester kedua 2026, termasuk bantuan pangan dan stimulus transportasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan pangan tersebut disiapkan sebagai salah satu upaya menekan inflasi.
Airlangga menjelaskan bantuan pangan akan disalurkan kepada 33,24 juta penerima manfaat. Setiap penerima akan memperoleh beras sebanyak 10 kilogram.
"Nah dalam semester dua ini beberapa program yang terus dijalankan yaitu bantuan pangan untuk 33,24 juta penerima manfaat, yang kita akan berikan beras 10 kg. Dan tujuannya adalah juga untuk menekan inflasi," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi menjelang masa liburan sekolah dan Natal serta Tahun Baru (Nataru). Airlangga mengatakan kebijakan tersebut meliputi diskon tarif angkutan laut, pembebasan tarif kepelabuhanan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah tiket pesawat kelas ekonomi.
"Kemudian juga transportasi liburan sekolah dan Nataru juga sudah disiapkan. Dengan diskon 30 persen untuk angkutan laut, bebas tarif juga untuk kepelabuhanan, dan PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat yang ekonomi," katanya.
Airlangga mengemukakan pemerintah memberikan potongan tarif sebesar 30 persen untuk angkutan laut. Selain itu, pemerintah juga membebaskan tarif kepelabuhanan serta menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
Di sektor energi, Airlangga menyampaikan pemerintah tetap menjaga ketahanan pasokan BBM di tengah ketidakpastian akibat konflik di Selat Hormuz. Menurutnya, APBN berperan sebagai shock absorber, sementara penerapan B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar.
"Nah, arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya. Di mana APBN sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar," ucap Airlangga.
Airlangga menuturkan penerapan B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar. Menurutnya, dengan kondisi harga saat ini, pemanfaatan subsidi untuk B50 relatif kecil.
Airlangga memastikan harga Pertalite tetap aman hingga Desember 2026. Ia mengatakan kebijakan tersebut telah masuk dalam buffer pemerintah.
"Dan untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman. Jadi ini sudah masuk dalam buffer," ujar Airlangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....