Sekolah Rakyat Diperkuat, 1.000 Taruna Akmil Jadi Pendamping
- 30 Jun 2026 09:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Setiap Sekolah Rakyat akan didampingi lima taruna secara intensif
- Kemensos menggandeng sekitar 1.000 taruna Akmil mendampingi siswa Sekolah Rakyat selama lima hari
- Pendampingan berlangsung di 178 titik Sekolah Rakyat pada 3–8 Agustus 2026
- Taruna bertugas membimbing adaptasi kehidupan berasrama, bukan mengajar di kelas
- Materi meliputi pembentukan kemandirian, kedisiplinan, dan pencegahan perundungan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan TNI akan menerjunkan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer tingkat I dan II untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat. Pendampingan dilakukan di 178 titik Sekolah Rakyat selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus 2026.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menegaskan para taruna tidak bertugas mengajar di ruang kelas. Mereka mendampingi siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan membangun kemandirian.
"Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri," kata Agus Jabo dalam rilis Kemensos, Senin 29 Juni 2026.
"Taruna tidak mengajar di kelas seperti guru. Mereka memberikan bimbingan di asrama agar anak-anak Sekolah Rakyat dapat tinggal dengan tenang dan nyaman walaupun tidak tinggal satu rumah dengan keluarganya," ucapnya.
Agus Jabo menjelaskan para taruna akan membimbing siswa dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Materi yang diberikan meliputi merapikan tempat tidur, menata lemari pakaian, menyetrika seragam, menyemir sepatu, hingga membiasakan hidup rapi dan mandiri.
Selain itu, para taruna juga bertugas membangun lingkungan asrama yang aman. Mereka akan memberikan pembinaan agar tidak terjadi kekerasan maupun perundungan antarsiswa.
Menurut Agus Jabo, program tersebut memiliki dasar hukum melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pemilihan taruna Akmil didasarkan pada pengalaman mereka menjalani kehidupan berasrama.
"Kenapa taruna? Karena mereka yang memahami bagaimana hidup di asrama. Pengalaman itu yang ingin ditularkan kepada anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka cepat beradaptasi dan memiliki karakter yang mandiri," katanya.
Dalam pelaksanaannya, setiap titik Sekolah Rakyat akan didampingi lima taruna secara intensif. Pendampingan diharapkan membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan asrama sekaligus membentuk karakter disiplin dan mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....