Mensos: Sekolah Rakyat Dimulai dari Kejujuran

  • 30 Jun 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat berawal dari kejujuran mengakui masih banyak anak belum bersekolah
  • Pemerintah daerah diajak mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia
  • Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
  • Gubernur Papua menyatakan dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Papua
  • Pemerintah membangun tiga Sekolah Rakyat permanen di Biak Numfor, Jayapura, dan Sarmi

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menegaskan program Sekolah Rakyat berawal dari kejujuran. Mensos mengakui masih banyak anak Indonesia yang belum sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.

"Satu hal yang penting dari Sekolah Rakyat ini dimulai dari kejujuran. Kita harus jujur, masih banyak anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah," kata Mensos, Gus Ipul usai menerima audiensi sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin 29 Juni 2026.

"Empat juta lebih anak menurut data BPS belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah. Mereka inilah yang harus kita jangkau," ucap Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan banyak anak tidak sekolah berada di sekitar masyarakat, tetapi belum tersentuh pembangunan. Ia mencontohkan ada seorang anak berusia 15 tahun di Jakarta yang belum pernah mengenyam pendidikan. Meskipun ia tinggal sekitar 15 kilometer dari Istana Negara.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut kelompok tersebut sebagai the invisible people. Karena itu, Sekolah Rakyat dihadirkan untuk menjangkau keluarga miskin yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan.

Gus Ipul mengajak pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia juga mendorong percepatan pembangunan sekolah sesuai target satu kabupaten atau kota memiliki satu Sekolah Rakyat.

"Para gubernur, bupati, dan wali kota sangat memahami kondisi objektif masyarakatnya. Karena itu, kami mengajak pemerintah daerah bersama-sama menyukseskan program ini," katanya.

Selain Sekolah Rakyat, Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar bantuan sosial tepat sasaran.

"Kalau data dari bawah itu baik, maka hasilnya juga akan baik. Kalau datanya berantakan, maka kebijakan di atas juga akan bias," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyatakan dukungannya terhadap program Sekolah Rakyat. Ia berkomitmen mengawal pembangunan sekolah tersebut di Papua agar semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan.

"Dengan program Pak Presiden melalui Sekolah Rakyat, pemerintah Provinsi Papua terbantu mendorong semua anak Papua mendapat layanan pendidikan yang baik. Program ini akan kami kawal agar pembangunannya berjalan sesuai rencana," kata Mathius.

Saat ini pemerintah membangun tiga Sekolah Rakyat permanen di Provinsi Papua. Masing-masing di Kabupaten Biak Numfor, Jayapura, dan Sarmi.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri, Bupati Solok Selatan Khairunas, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Diikuti, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal. Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....