Kementan Perkuat BUMN Pangan untuk Hilirisasi
- 28 Jun 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementan memperkuat ekosistem BUMN pangan melalui penyusunan regulasi dan pembenahan tata kelola
- Pemerintah memfinalisasi Rancangan Inpres dan SKB tentang penugasan khusus kepada BUMN pangan
- Restrukturisasi aset dan penguatan pembiayaan disiapkan untuk meningkatkan kinerja BUMN pangan
- Mentan meminta setiap BUMN menetapkan target kerja yang realistis, terukur, dan dapat dieksekusi
- Penguatan BUMN pangan ditargetkan mempercepat hilirisasi komoditas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat ekosistem BUMN pangan untuk mempercepat hilirisasi komoditas pertanian strategis. Langkah itu dilakukan melalui penyusunan regulasi dan pembenahan tata kelola perusahaan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan seluruh hambatan pelaksanaan program harus segera diselesaikan. Menurutnya, penguatan BUMN pangan membutuhkan komitmen seluruh pihak.
"Jangan ada lagi hambatan dalam pelaksanaan program. Semua persoalan strategis harus segera diselesaikan agar manfaatnya dirasakan masyarakat," katanya.
Amran menyampaikan hal itu saat memimpin rapat finalisasi Rancangan Instruksi Presiden dan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penugasan Khusus kepada BUMN Pangan di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026. Kedua regulasi tersebut mengatur percepatan hilirisasi serta penugasan khusus kepada BUMN pangan.
Menurut Amran, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan bagi BUMN pangan. Karena itu, perusahaan diminta mempercepat pembenahan internal dan meningkatkan kinerja.
"Restrukturisasi harus benar-benar tertata dengan baik. Kita selesaikan semua persoalan agar BUMN pangan semakin kuat," ucpanya.
Rapat juga membahas restrukturisasi aset serta penguatan struktur pembiayaan perusahaan. Pemerintah turut menyinkronkan penugasan BUMN dan program hilirisasi komoditas pertanian.
Setiap BUMN pangan diminta menyusun target kerja yang realistis dan terukur. Target tersebut harus dapat dilaksanakan serta dipertanggungjawabkan.
"Jangan membuat rencana yang tidak masuk akal. Semua harus realistis, memiliki target jelas, dan dapat dieksekusi," katanya.
Amran menegaskan transformasi BUMN pangan tidak boleh berhenti pada pembenahan administrasi. Menurutnya, pemerintah ingin membangun sistem pangan nasional yang berkelanjutan.
"Saya ingin sistem ini terbangun sebelum berhenti menjadi menteri. Yang dibangun bukan hanya program, tetapi sistem yang memperkuat BUMN pangan," katanya.
Melalui Rancangan Inpres dan SKB tersebut, Kementan menargetkan terbentuknya ekosistem pangan nasional yang terintegrasi. BUMN pangan diharapkan menjadi motor hilirisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....