Sikapi Peserta Meninggal, Legislator Minta Perbaikan Latsarmil Program SPPI
- 28 Jun 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara Latsarmil Program SPPI 2026 setelah lima peserta meninggal dunia
- Oleh Soleh meminta Kemhan melakukan evaluasi menyeluruh, mengungkap penyebab kematian peserta secara transparan, serta mencegah kejadian serupa terulang
- Pola pembinaan dan pelatihan harus disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil, dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghentikan sementara Latihan Dasar Kemiliteran bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026. Pelatihan itu diperuntukkan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan.
Desakan tersebut disampaikan menyusul bertambahnya jumlah peserta yang meninggal dunia selama mengikuti program pelatihan tersebut. Berdasarkan informasi Kementerian Pertahanan, jumlah peserta yang meninggal dunia kini mencapai lima orang.
Korban terbaru adalah Nola Dya Sari yang mengikuti Latsarmil di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan. Sebelumnya, Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan juga meninggal dunia.
"Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius, jangan anggap enteng nyawa manusia. Karena itu saya mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut," kata legislator dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut dalam keterangan tertulis, Minggu, 28 Juni 2026.
| Baca juga: TB Hasanuddin Desak Evaluasi Latsarmil SPPI |
Oleh menyebut, Kemhan harus memberikan perhatian serius terhadap meninggalnya para peserta. Menurutnya, para peserta merupakan putra-putri bangsa yang mendaftarkan diri untuk mendukung keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih.
"Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang untuk mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih dengan mendaftarkan diri sebagai calon manajer. Karena itu setiap kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa," ujarnya.
Politisi ini juga meminta perbaikan menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pelatihan calon manajer koperasi desa. Menurutnya, pendekatan pelatihan harus disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan masyarakat sipil.
"Mereka adalah masyarakat sipil, sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat. Mereka bukan tentara dan tentu kemampuan fisiknya tidak sama dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan kemiliteran,” ucapnya.
Oleh Soleh menegaskan Program SPPI dan Kopdes Merah Putih bertujuan menyiapkan sumber daya manusia penggerak ekonomi desa. Karena itu, keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelatihan.
Ia meminta Kementerian Pertahanan mengungkap penyebab meninggalnya para peserta secara transparan kepada masyarakat. Selain itu, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada masa mendatang.
"Kementerian Pertahanan harus melakukan evaluasi menyeluruh. Mengungkap penyebab meninggalnya para peserta secara transparan, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," kata politisi asal Dapil Jawa Barat XI itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....