TB Hasanuddin Desak Evaluasi Latsarmil SPPI

  • 27 Jun 2026 15:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR meminta evaluasi menyeluruh Latihan Dasar Kemiliteran peserta Program SPPI.
  • Lima peserta SPPI dilaporkan meninggal selama mengikuti pendidikan.
  • Pelatihan diminta difokuskan pada kompetensi manajemen koperasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta pemerintah mengevaluasi Latihan Dasar Kemiliteran peserta Program SPPI. Menurutnya, pelatihan manajemen koperasi tetap diperlukan, tetapi pendekatan militer harus dihentikan demi keselamatan peserta.

Pernyataan itu disampaikan setelah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran. Peristiwa tersebut menambah jumlah peserta SPPI yang meninggal menjadi lima orang.

Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan, lima peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meninggal selama pendidikan. Korban terakhir adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang mengikuti program tersebut.

Sebelumnya, Nola Diasari dari Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan juga dilaporkan meninggal dunia. Anisa Muyassaroh meninggal akibat heat stroke dan henti jantung saat mengikuti pelatihan.

Korban lainnya, Yonanda Muhammad Taugiq, meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung. Novia Rahmadhani Sihotang meninggal setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan terkait tuberkulosis.

TB Hasanuddin menilai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertugas memperkuat tata kelola dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, materi pelatihan harus berfokus pada kompetensi manajerial dan pengelolaan koperasi.

Menurutnya, peserta perlu dibekali kepemimpinan, kewirausahaan, akuntansi, serta kemampuan mengembangkan usaha koperasi. Pendekatan tersebut dinilai lebih relevan dibanding latihan fisik bergaya militer yang berisiko tinggi.

"Pelatihan manajemen koperasi harus tetap berjalan karena sangat dibutuhkan. Namun latihan dasar kemiliteran yang justru merenggut nyawa peserta sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan metode pembinaan yang lebih relevan dengan tugas mereka," ucap TB Hasanuddin dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia berharap tragedi yang menewaskan lima peserta menjadi momentum memperbaiki desain pelatihan SPPI secara menyeluruh. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus sejalan dengan perlindungan keselamatan seluruh peserta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....