Peserta Latsarmil SPPI Meninggal Dunia, Pemerintah Diminta Evaluasi

  • 25 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh, menyoroti meninggalnya dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)
  • fokus utama program SPPI semestinya berada pada pembekalan kemampuan manajerial

RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh, menyoroti meninggalnya dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Keduanya adalah calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP/Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dua peserta tersebut meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil). Menurutnya, insiden tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait desain, manajemen dan tata kelola pelatihan.

Rahmat menilai fokus utama program SPPI semestinya berada pada pembekalan kemampuan manajerial. Dan juga pemahaman menyeluruh mengenai koperasi, bukan pada latihan fisik yang berlebihan.

“Kita harus paham bahwa tujuan dasar memberikan pembekalan. Terlebih terhadap manajer-manajer yang sedang dilatih ini adalah agar mereka memiliki kemampuan dan pemahaman yang utuh terkait koperasi,” kata Rahmat, saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa peserta memang perlu dibekali kedisiplinan, militansi kebangsaan, serta pemahaman mengenai tata kelola koperasi. Namun, porsi latihan fisik dan materi kemiliteran tidak boleh mendominasi keseluruhan program.

“Jangan sampai porsi fisik dan militernya lebih besar. Mereka disiapkan menjadi manajer, bukan sebagai orang yang mengandalkan kekuatan fisik semata,” ujarnya.

Rahmat mengaku khawatir terdapat ketidakseimbangan dalam materi pelatihan sehingga berpotensi menimbulkan korban. Saya khawatir porsi pelatihan yang diberikan tidak seimbang sehingga, mohon maaf, banyak yang menjadi korban,” ucapnya.

Karena itu, is mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latsarmil. Termasuk menghentikan sementara aktivitas fisik berisiko tinggi hingga penyebab insiden diketahui secara pasti.

Pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kejelasan mengenai penyebab meninggalnya kedua peserta. “Jangan sampai ini baru beberapa hari pelatihan dilakukan sudah ada dua korban meninggal dunia,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....