Anggota Komisi I DPR Soroti Maraknya Promosi Judi Online di Media Sosial
- 28 Jun 2026 07:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi I DPR, Cindy Monica, menyoroti maraknya komentar spam yang berisi promosi judol di berbagai platform media sosial.
RRI.CO.ID, Jakarta – Berbagai komentar spam berisi promosi judi online (judol) saat ini marak terjadi di berbagai platform media sosial. Fenomena tersebut tidak hanya mengganggu ruang interaksi publik, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk penyebaran judol di masyarakat.
Anggota Komisi I DPR, Cindy Monica, turut menyoroti masalah tersebut. Menurut dia, penyebaran promosi judol melalui komentar spam menunjukkan pelaku terus mencari celah untuk menjangkau korban baru.
Karena itu, politisi Partai NasDem itu menyampaikan sejumlah hal untuk mengatasi masalah tersebut. Di antaranya penguatan pengawasan, peningkatan literasi digital, serta kerja sama lebih erat antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat.
“Modus penyebaran judol terus berkembang, termasuk melalui kolom komentar media sosial,” ucapnya, Sabtu 27 Juni 2026. Karena itu, lanjut dia, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Cindy juga mengajak masyarakat untuk tidak mengklik tautan mencurigakan yang tersebar di media sosial. Legislator asal Sumatra Barat itu juga meminta untuk aktif melaporkan akun atau komentar yang terindikasi mempromosikan judol.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam pemberantasan judol. Ini karena partisipasi publik menjadi salah satu kunci untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat.
“Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan instan yang ditawarkan akun-akun tersebut,” katanya. “Masyarakat harus lebih waspada dan segera melaporkan setiap konten yang mengarah pada promosi judol agar tidak semakin meluas.
Cindy menegaskan perlunya kesadaran kolektif untuk menjaga ruang digital Indonesia. Sehingga tidak menjadi sarana penyebaran aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat.
"Ruang digital harus menjadi sarana edukasi, kreativitas, dan produktivitas, bukan tempat berkembangnya praktik-praktik yang merusak masa depan masyarakat,” ujarnya. “Kita harus bersama-sama menjaga internet Indonesia tetap sehat dan aman.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....