Revitalisasi Sekolah Dongkrak Mutu Pendidikan hingga Gerakkan Ekonomi Lokal

  • 27 Jun 2026 22:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Abdul Mu'ti mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan meningkatkan kualitas sarana belajar dan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
  • Menurut Abdul Mu'ti, revitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  • Peningkatan kualitas pendidikan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang lebih unggul.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana belajar. Tetapi juga memberikan dampak berantai terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar sekolah.

Abdul Mu'ti menegaskan revitalisasi sekolah merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, untuk mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik.

"Revitalisasi merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, lingkungan pendidikan yang nyaman. Serta secara fisik memberikan lingkungan agar anak-anak kita lebih bersemangat dalam belajar," ujarnya keterangan tertulis, Sabtu 27 Juni 2026.

Menurut Abdul Mu'ti, revitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang lebih unggul.

Salah satu dampak program itu terlihat di SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebelum direvitalisasi, sekolah tersebut memiliki bangunan yang telah berusia tua dengan pencahayaan, sirkulasi udara, dan fasilitas pembelajaran yang terbatas sehingga kurang mendukung proses belajar mengajar.

Kepala SD Negeri 05 Pontianak Timur, Bona Ventura, mengatakan kondisi sekolah kini berubah signifikan. Menurutnya, para siswa datang ke sekolah dengan lebih antusias, sementara para guru dapat mengajar dengan lebih nyaman.

"Para siswa kini datang dengan wajah gembira dan rasa bangga yang tinggi terhadap sekolah. Para guru kini bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih besar sehingga mereka sepenuhnya dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pembentukan karakter para siswa," katanya.

Bona menambahkan, manfaat revitalisasi tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar karena turut mendorong aktivitas ekonomi lokal. "Bagi warga sekolah, revitalisasi ini tidak hanya berdiri tegak, tetapi juga menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dalam membangun pendidikan hingga ke ruang yang paling kecil," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan Pemerintah Kota Pontianak terus mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah. Upaya tersebut diperkuat melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat yang telah menjangkau 15 satuan pendidikan pada 2025 dan berlanjut ke 12 satuan pendidikan pada 2026.

Dengan demikian, sebanyak 27 sekolah di Pontianak telah memperoleh program revitalisasi. Edi menargetkan pada 2029 sekitar 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri di Kota Pontianak berada dalam kondisi baik dan representatif.

Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan. Termasuk melalui penguatan fasilitas pembelajaran berbasis digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....