Hariqo: Presiden Ingin Anak Indonesia Mampu Bersaing pada 2045

  • 27 Jun 2026 20:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hariqo Wibawa mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan lahirnya generasi Indonesia yang cerdas dan sehat agar mampu bersaing pada 2045.
  • Visi Presiden tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan yang telah maupun sedang dijalankan pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan lahirnya generasi Indonesia yang cerdas dan sehat. Sehingga, mampu bersaing pada 2045.

Hal tersebut dilakukan Presiden melalui berbagai program strategis pemerintah. Termasuk progrma prioritas Makan Bergizi Grtais (MBG).

"Pak Prabowo ingin sederhana saja. Presiden ingin di tahun 2045, artinya 19 tahun lagi, anak Indonesia cerdas, sehat, dan bisa bersaing," kata Hariqo di sela rilis Survei Puspoll Indonesia, di Jakarta Pusat, Sabtu 27 Juni 2026.

Menurutnya, visi tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan yang telah maupun sedang dijalankan pemerintah. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Salah satu program yang disoroti adalah pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025. Yakni, tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Hariqo menyebut kebijakan tersebut bertujuan melindungi sekitar 71 juta anak Indonesia dari berbagai risiko. Seperti kecanduan gawai, gangguan kesehatan, obesitas, paparan pornografi, hingga ancaman penculikan.

Selain itu, pemerintah juga terus mempercepat rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Ia mengatakan pada 2025 pemerintah telah memperbaiki 16.167 sekolah.

Awalnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan perbaikan 11.000 sekolah pada 2026. Namun, Presiden Prabowo meminta target tersebut ditingkatkan menjadi 71.744 sekolah.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga menjalankan Program Sekolah Rakyat yang diklaim sepenuhnya gratis bagi peserta didik. Hariqo menjelaskan seluruh kebutuhan siswa, mulai dari biaya pendidikan, seragam, sepatu, buku, pemeriksaan kesehatan, makanan, tempat tinggal hingga laptop disediakan tanpa dipungut biaya.

"Masuknya gratis, pakaiannya gratis, sepatunya gratis, cek kesehatannya gratis, makannya gratis, tempat tidurnya gratis. Kemudian, dikasih laptop setiap anak itu, gratis," ujarnya.

Sementara itu, terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hariqo mengutip hasil survei Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Di mana, menunjukkan adanya perbaikan kondisi gizi anak.

Ia menyebut persentase anak yang mengalami kelaparan turun menjadi 16 persen setelah pelaksanaan MBG. Selain itu, jumlah anak yang merasa kenyang meningkat dari 43 persen menjadi 84 persen, sedangkan konsumsi buah juga disebut naik dari 26 persen menjadi 84 persen.

Meski demikian, Hariqo mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah polemik. Menurutnya, evaluasi terhadap tata kelola program terus dilakukan, termasuk penyesuaian anggaran operasional dapur berdasarkan jumlah penerima manfaat.

Ia menegaskan kebijakan evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Meskipun memunculkan keberatan dari sebagian mitra penyelenggara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....