Jaga Produktivitas Pertanian, DPR Dorong Percepatan Pengembangan Pupuk Organik
- 28 Jun 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Percepatan pengembangan pupuk organik penting sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
- Penggunaan pupuk organik diyakini bisa meningkatkan produksi pertanian sehingga berdampak positif bagi pertanian Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta- Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah maupun industri pupuk nasional melakukan percepatan pengembangan pupuk organik. Hal tersebut penting sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurut Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, mengatakan saat ini tren penggunaan pupuk organik di sejumlah negara mulai berlangsung. Dan itu menjadi sinyal bagi Indonesia untuk mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik.
Ia mengatakan, pengurangan penggunaan pupuk anorganik penting untuk memulihkan kesuburan lahan sekaligus menjaga produktivitas pertanian. Pasalnya penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kualitas unsur hara dan tingkat kesuburan tanah.
“Kalau kita lihat tren dunia ini sudah mulai bergeser kepada pupuk organik, terutama untuk kebutuhan pangan pokok. Vietnam sudah mulai dan di beberapa negara Eropa juga sudah mulai menggunakan pupuk organik,” katanya, melalui keterangannya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Pihaknya juga menilai penggunaan pupuk organik dapat membantu memulihkan kondisi lahan, meningkatkan produktivitas pertanian. Dan yang terpenting mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
"Kalau pupuk organik bisa dikembangkan dan ditingkatkan, maka ada pemulihan lahan. Kemudian tingkat produksi bisa meningkat, dan penggunaan pupuk urea dapat dihemat,” katanya.
Ia mengatakan, penguatan pupuk organik juga penting untuk menjawab kebutuhan pasar global. Yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam produksi pangan.
"Indonesia perlu mulai menyiapkan langkah tersebut sejak sekarang agar tidak tertinggal dari negara lain. Kalau nanti ke depan itu juga tidak kita mulai dari sekarang, nanti tertinggal negara-negara lain,” ujarnya, mengakhiri keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....