PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes
- 06 Agt 2026 13:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penerapan PM-AAS meningkatkan produktivitas padi di Brebes hingga 10,43 ton gabah kering panen per hektare
- Produktivitas tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan hasil panen rata-rata petani setempat
- PM-AAS mengintegrasikan varietas unggul, mekanisasi, pengelolaan hara, pengelolaan air, dan pendampingan petani
- Kementerian Pertanian menargetkan penerapan PM-AAS seluas satu juta hektare secara nasional
- Program modernisasi pertanian diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani
RRI.CO.ID, Jakarta - Penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga 10,43 ton gabah kering panen per hektare di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Hasil tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan produktivitas rata-rata petani setempat yang berkisar 5 hingga 6 ton per hektare.
Keberhasilan itu diperoleh pada panen PM-AAS di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Selasa 4 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Pertanian mempercepat modernisasi pertanian menuju swasembada pangan.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry mengatakan PM-AAS mengintegrasikan berbagai teknologi budidaya dalam satu sistem produksi. Pendekatan itu meliputi penggunaan varietas unggul, mekanisasi, pengelolaan hara dan air, serta pendampingan intensif kepada petani.
"Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak," kata Fadjry.
Ia menjelaskan peningkatan produktivitas dicapai melalui penerapan paket teknologi secara terpadu. Teknologi tersebut mencakup sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, serta pengelolaan air dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD).
Keberhasilan program juga dirasakan petani di Desa Kedungneng. Salah satunya Setia yang mengaku sempat ragu menerapkan metode baru sebelum melihat hasil panen yang meningkat.
"Alhamdulillah hasilnya bagus. Awalnya saya tidak percaya karena biasanya cara saya bertani tidak seperti ini. Tapi semakin hari pertanamannya tumbuh semakin bagus, dan ke depan Insya Allah saya mau lanjut lagi," ujar Setia.
Sementara itu, Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty menilai modernisasi pertanian menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan sektor pertanian. Menurutnya, pembangunan pertanian harus didukung inovasi, teknologi, kolaborasi, dan kelembagaan petani yang kuat.
Hingga September 2026, penerapan PM-AAS di Jawa Tengah ditargetkan mencapai 138.284 hektare. Program tersebut menjadi bagian dari target nasional penerapan PM-AAS seluas satu juta hektare untuk mendukung percepatan swasembada pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....