Forum Indonesia-Korea Perluas Kolaborasi Pendidikan Tinggi
- 27 Jun 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kemitraan pendidikan tinggi melalui forum strategis di Jakarta.
- Inisiator IKHEF Dimas Harris Sean Keefe mengatakan, kolaborasi Indonesia-Korea perlu melampaui sekadar program pertukaran mahasiswa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kemitraan pendidikan tinggi melalui forum strategis di Jakarta. Salah satunya melalui Korea Higher Education Forum (IKHEF) bersama Stuvisor Agency Workshop (SAW) Indonesia 2026 yang resmi digelar pada 26 Mei 2026 dengan melibatkan perguruan tinggi kedua negara.
Forum ini mempertemukan universitas-universitas Korea Selatan dengan institusi pendidikan tinggi Indonesia. Sejong University menjadi salah satu perguruan tinggi Korea yang menjajaki peluang kerja sama dalam forum tersebut.
Pembahasan mencakup rekrutmen mahasiswa internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi penelitian. Penguatan jejaring akademik antarkampus juga menjadi fokus utama agenda forum.
Inisiator IKHEF Dimas Harris Sean Keefe mengatakan, kolaborasi Indonesia-Korea perlu melampaui sekadar program pertukaran mahasiswa. Kemitraan antarkampus yang disesuaikan kebutuhan masing-masing negara dinilai jauh lebih strategis.
"Saya ingin ada jembatan kolaborasi bukan hanya dari sisi mahasiswa. Universitas-universitas juga perlu berkolaborasi sesuai kebutuhan masing-masing negara," ujar Dimas kepada Pro3 RRI, Jumat, 26 Juni 2026.
Agenda IKHEF tidak berhenti di Jakarta. Forum lanjutan dijadwalkan digelar di Korea Selatan pada Oktober 2026, dengan kampus-kampus Indonesia yang berkunjung ke sana.
Mobilitas mahasiswa dan dosen menjadi salah satu peluang kolaborasi yang paling diminati peserta forum. Riset bersama dan berbagi pendanaan penelitian turut masuk dalam daftar prioritas kerja sama.
Pertukaran pengetahuan antarlembaga juga dinilai krusial untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Kedua negara dipandang dapat saling belajar dari keunggulan sistem akademik masing-masing.
Dimas mengatakan, tujuan utama inisiatif ini adalah mendorong lebih banyak warga Indonesia belajar ke luar negeri. Sebaliknya, Indonesia juga perlu membuka peluang riset lebih luas bagi mahasiswa internasional.
"Harapannya semakin banyak warga Indonesia yang belajar ke luar negeri, begitu juga sebaliknya. Kualitas pendidikan dapat meningkat melalui riset dan pertukaran pengetahuan," katanya.
IKHEF merupakan forum pendidikan Korea-Indonesia yang diinisiasi BeasiswaKorea.com di bawah kepemimpinan Dimas. Mitranya, SAW, adalah program workshop agen pendidikan yang diprakarsai Stuvisor, konsultan pendidikan global pimpinan CEO Ocean Yang.
Kolaborasi IKHEF dan SAW dirancang mempertemukan universitas Korea, institusi Indonesia, dan agen studi luar negeri dalam satu ekosistem akademik. Tujuannya membuka lebih banyak pintu bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Korea Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....