Mendag Pacu Kolaborasi Pengusaha Indonesia-Tailan
- 05 Agt 2026 07:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong kolaborasi pelaku usaha Indonesia dan Tailan untuk memperkuat hubungan dagang bilateral melalui Forum Bisnis Indonesia-Tailan.
- Forum Bisnis Indonesia-Tailan menjadi platform penting untuk mempromosikan investasi dan memperluas kolaborasi bisnis kedua negara.
- Nilai perdagangan Indonesia-Tailan pada 2025 mencapai USD17,7 miliar, dengan kedua negara menjadi mitra kunci dalam pertumbuhan ekonomi ASEAN.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong kolaborasi pelaku usaha Indonesia dan Tailan untuk memperkuat hubungan dagang kedua negara. Menurutnya, Forum Bisnis Indonesia-Tailan menjadi platform penting memperkuat kerja sama ekonomi, mempromosikan investasi, memperluas kolaborasi bisnis kedua negara.
Budi mengatakan Indonesia dan Tailan merupakan mitra kunci dalam pertumbuhan ekonomi ASEAN. Dari sisi bilateral, nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai USD17,7 miliar.
"Kami mengapresiasi Forum Bisnis Indonesia-Tailan sebagai platform penting memperkuat kerja sama ekonomi, mempromosikan investasi, memperluas kolaborasi bisnis. Kami harap forum ini dapat menciptakan hasil konkret," kata Budi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Mendag menjelaskan kebijakan perdagangan Indonesia saat ini berfokus pada diversifikasi pasar ekspor dan perluasan akses pasar. Upaya tersebut ditempuh melalui pemanfaatan berbagai persetujuan perdagangan bilateral maupun regional.
Ia menambahkan pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah juga akan memperkuat integrasi pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, ke dalam rantai nilai global.
"Untuk mendukung strategi ini, Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha kami, terutama UMKM. Kami juga akan memperkuat integrasi pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, ke rantai nilai global," ujarnya.
Lebih lanjut, Budi Santoso menyampaikan optimismenya terhadap Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, pasar domestik terus tumbuh, tenaga kerja usia muda dan produktif, sumber daya alam melimpah menjadi potensi bagi perekonomian nasional.
Ia mengungkapkan pemerintah berkomitmen memperkuat hilirisasi, ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, serta memperluas pasar global. "Berbagai potensi ini mampu memposisikan Indonesia sebagai hub produksi, investasi, dan ekspor yang strategis," kata Mendag.
Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul menyatakan integrasi ekonomi ASEAN yang lebih dalam merupakan suatu keharusan ekonomi. Menurutnya, sebagai dua ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia dan Tailan memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk memimpin kawasan.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan perekonomian Indonesia dan Tailan saling berkaitan. Menurutnya, kolaborasi kedua negara semakin penting untuk memperkuat ketahanan menghadapi dampak berbagai kondisi eksternal.
Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie mengajak kedua pihak memperdalam hubungan perdagangan serta membangun solusi yang melampaui batas negara. "Penting bagi Indonesia dan Tailan membangun bersama serta menciptakan solusi yang melampaui batas negara," kata Anindya N. Bakrie.
Senada dengan itu, Ketua Kamar Dagang Tailan Poj Poj Aramwattanont menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN di tengah berbagai ketidakpastian global. Menurutnya, masa depan ASEAN akan ditentukan oleh kolaborasi negara-negara anggotanya untuk dapat berkompetisi di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....