BRIN Gelar Latihan Kedaruratan Bahaya Radiasi Nuklir di Bandung
- 27 Jun 2026 08:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Latihan Kedaruratan Bahaya Radiasi Nuklir digelar di Kawasan Sains Tamansari BRIN, Bandung.
- Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Latihan Kedaruratan Bahaya Radiasi Nuklir di Kawasan Sains Tamansari BRIN, Bandung. Adapun kegiatan tersebut digelar pada, Kamis, 25 Juni 2026 dipimpin langsung Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian.
Menurut Amarulla mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk menguji kesiapsiagaan personel dan efektivitas prosedur tanggap darurat. Serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kedaruratan radiologi dan nuklir,
Ia mengatakan, latihan dirancang dengan menerapkan tiga skenario (trouble spot) yang menggambarkan berbagai kondisi kedaruratan secara bertahap. Di mana setiap skenario menguji kemampuan petugas.
"Latihan tersebut menguji kemampuan para petugas, dari mulai melakukan deteksi awal, pelaporan, pengamanan lokasi, evakuasi korban. Kemudian penanganan paparan radiasi, dekontaminasi, hingga koordinasi antarinstansi sesuai dengan prosedur yang berlaku," katanya, lewat keterangan yang diterima wartawan, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia mengatakan, pendekatan latihan bertahap ini merupakan praktik yang lazim. Terutama dalam peningkatan kesiapsiagaan kedaruratan nuklir.
Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa latihan kedaruratan bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, Melainkan merupakan investasi strategis dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan BRIN.
“Keberhasilan penanganan kedaruratan sangat ditentukan oleh kesiapan seluruh unsur sejak tahap deteksi, pelaporan, respons awal, hingga pemulihan. Karena itu, latihan harus dilakukan secara berkala dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Ia juga memastikan, selama pelaksanaan, seluruh tahapan berjalan sesuai dengan prosedur dimulai dari identifikasi kejadian, aktivasi organisasi tanggap darurat. Kemudian pelaporan berjenjang, isolasi area, evakuasi korban, pengukuran tingkat radiasi, dekontaminasi, penanganan medis, hingga deklarasi kondisi aman.
"Rangkaian tersebut sejalan dengan prinsip penanganan kedaruratan nuklir yang menekankan respons cepat koordinasi terpadu. Serta keselamatan personel dan masyarakat," katanya.
Latihan lantas ditutup dengan evaluasi bersama seluruh peserta untuk mengidentifikasi peluang penyempurnaan prosedur, meningkatkan interoperabilitas antar instansi. Dan memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi potensi kedaruratan radiasi dan nuklir.
"Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menunjukkan komitmen BRIN bersama seluruh mitra. Yakni alam menjaga standar keselamatan nuklir yang tinggi demi melindungi masyarakat, lingkungan, dan keberlangsungan kegiatan riset nasional," ujarnya.
Sekadar informasi, bahwa latihan juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain pejabat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir, unsur TNI, Polri. Serta Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Rumah Sakit Hasan Sadikin dan jajaran pimpinan BRIN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....