BRIN Kembangkan Limbah Sawit Jadi Minyak Biomassa

  • 27 Jun 2026 07:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BRIN tengah mengembangkan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi minyak biomassa melalui teknologi pirolisis.
  • BRIN berharap minyak biomassa bisa menjadi produk bernilai tambah ekonomi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi minyak biomassa melalui teknologi pirolisis. BRIN berharap minyak biomassa bisa menjadi produk bernilai tambah ekonomi.

Ketua dari tim riset pirolisis minyak biomassa dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur, mengatakan limbah sawit di Indonesia sangat melimpah. Dan harus dimanfaatkan sebab limbah akan menumpuk dan membutuhkan waktu lama untuk terdekomposisi secara alami.

Ia juga mengatakan, bahwa pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi dan bahan kimia berbasis hayati merupakan salah satu langkah penting. Yaitu untuk mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap bahan bakar fosil.

“Minyak pirolisis digunakan untuk mendukung diversifikasi bahan bakar di Indonesia. Di sisi lain, tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah yang jumlahnya sangat besar sehingga perlu ditanggulangi secara optimal,” katanya, Jumat, 26 Juni 2026.

Dieni menjelaskan bahwa proses pirolisis dapat dilakukan melalui metode pemanasan lambat, cepat, maupun sangat cepat. Sedangkan fasilitas reaktor milik BRIN memungkinkan pengolahan tandan kosong kelapa sawit melalui pirolisis lambat dengan waktu proses sekitar dua hingga empat jam.

Selain itu, teknologi ini menghasilkan tiga produk utama. Antara lain asap cair, minyak biomassa (bio-oil), dan arang hayati (bio-char).

Untuk produk asap cair juga memiliki berbagai potensi aplikasi yakni dapat diformulasikan sebagai pelapis alami untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan. Bahkan berpotensi diformulasikan menjadi material berbentuk film untuk membantu penyembuhan luka pada rongga mulut.

Sementara itu, minyak biomassa dan asap cair hasil pirolisis tandan kosong kelapa sawit mengandung berbagai senyawa organik. Seperti fenol, asam asetat, keton, dan metanol yang banyak dimanfaatkan dalam industri kimia.

“Saat ini minyak biomassa dari tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler industri. Meskipun belum dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar tunggal kendaraan bermotor," katanya.

Ia mengatakan, minyak biomassa mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai aditif untuk bahan bakar cair seperti bensin. Sehingga potensi tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi alternatif dan bahan kimia berbasis hayati yang lebih berkelanjutan.

Menurut Dieni, hasil penelitian ini penting karena menawarkan solusi terhadap dua tantangan sekaligus. Yakni pengelolaan limbah pertanian dan penyediaan sumber energi terbarukan.

Dengan mengubah limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi, pendekatan ini mendukung penerapan ekonomi sirkular. Yaitu dengan cara mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.

"Kedepannya, kami berharap pirolisis tandan kosong kelapa sawit dapat membantu mengatasi permasalahan limbah sawit. Sekaligus menjadi salah satu alternatif diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....