BRIN Kembangkan Teknologi ANG, Berpotensi Hemat Subsidi LPG Rp26 Triliun

  • 06 Agt 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BRIN mengembangkan teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) sebagai inovasi unggulan untuk mengurangi impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Teknologi ANG diperkirakan mampu menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun setiap tahun melalui pemanfaatan gas alam domestik.
  • Kepala BRIN Arif Satria menunjukkan inovasi ANG kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi energi Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) sebagai solusi mengurangi impor LPG. Teknologi tersebut diperkirakan mampu menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun setiap tahun.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan teknologi ANG menjadi salah satu inovasi unggulan yang dipamerkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Inovasi tersebut dikembangkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas alam domestik.

Arif menjelaskan teknologi ANG memungkinkan gas alam disimpan pada tekanan sekitar 30 bar. Tekanan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Compressed Natural Gas (CNG) konvensional.

"Salah satunya yang tadi sudah Bapak Presiden saksikan tentang Absorbed Natural Gas. Teknologi ini memungkinkan gas alam domestik disimpan dalam tekanan sekitar 30 bar, lebih rendah dari CNG konvensional," kata Arif dalam sambutannya saat pertemuan Presiden Prabowo dengan Periset BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Teknologi tersebut, kata Arif, memanfaatkan Metal Organic Framework (MOF) yang dikembangkan peraih Nobel Kimia 2015, Susumu Kitagawa. BRIN juga telah membangun Sister Lab bersama ilmuwan asal Jepang tersebut untuk mengembangkan teknologi itu.

"Berdasarkan perhitungan awal. Teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," ujarnya.

Arif mengatakan BRIN terus mengembangkan berbagai inovasi di sektor energi untuk mendukung kemandirian nasional. Upaya tersebut meliputi pengembangan biofuel, biomassa, energi terbarukan, baterai, hingga infrastruktur energi.

Ia menegaskan penguasaan teknologi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi. Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Asta Cita serta mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....