Bank Mandiri Taspen Gandeng Korban Penipuan Investasi Bodong
- 26 Jun 2026 09:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Purwokerto - Bank Mandiri Taspen menggandeng para korban dugaan penipuan investasi untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai praktik investasi bodong yang masih marak terjadi.
Distribution Head 5 (Jateng-DIY) Bank Mandiri Taspen, I Putu Agus Sinom Artawan, mengatakan pihaknya menerima aspirasi para korban. Menurutnya, perusahaan membuka ruang komunikasi sekaligus memberikan edukasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami membuka ruang komunikasi dengan para korban sekaligus memberikan edukasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Perlindungan nasabah menjadi komitmen utama kami," kata Sinom di Purwokerto, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan seluruh nasabah yang hadir disambut langsung jajaran manajemen Bank Mandiri Taspen dalam kegiatan tersebut. Hadir di antaranya Pimpinan Cabang Purwokerto Puguh Setiaris Wicaksono dan Kepala Divisi Taskforce Muhammad Ikhsan.
Selain menerima aspirasi korban, Bank Mandiri Taspen juga menyediakan sejumlah layanan pendukung selama kegiatan berlangsung. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, makan bersama, dan kegiatan sosial bersama masyarakat sekitar.
Peserta bersama Komunitas Mantap Indonesia turut membagikan program Jumat Berkah kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Menurut Sinom, kegiatan tersebut memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai bahaya investasi ilegal.
Selanjutnya, para peserta mengikuti kegiatan literasi keuangan yang disampaikan Department Head Operation Customer Experience Bank Mandiri Taspen, Andi Prasetyo Nugroho. Materi yang diberikan meliputi mekanisme kredit yang benar, ciri investasi legal, dan berbagai modus investasi bodong.
Hasil diskusi tersebut menghasilkan komitmen bersama antara nasabah dan Bank Mandiri Taspen untuk melawan investasi bodong. Mereka juga mengajak keluarga lebih aktif melindungi orang tua dan kerabat dari berbagai bentuk penipuan berkedok investasi.
Sinom mengatakan keterlibatan keluarga menjadi faktor penting mencegah masyarakat menjadi korban investasi ilegal. Kelompok lanjut usia dinilai menjadi salah satu sasaran yang paling rentan terhadap berbagai modus penipuan.
"Kami mengajak seluruh keluarga untuk saling mengingatkan dan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memutuskan berinvestasi. Jangan mudah tergiur imbal hasil tinggi yang tidak masuk akal," ujarnya.
Bank Mandiri Taspen berencana memperluas program edukasi dan perlindungan nasabah ke sembilan wilayah distribusi perusahaan. Program tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.
Sebelumnya, Polresta Banyumas menetapkan mantan pegawai Bank Mandiri Taspen berinisial N alias D sebagai tersangka. Tersangka telah ditahan sejak 7 Juni 2026 dan dijerat ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Polisi memperkirakan total kerugian dalam perkara tersebut mencapai sekitar Rp25 miliar dengan jumlah korban lebih dari 100 orang. Hingga kini, sebanyak 25 korban telah melapor dengan total kerugian sekitar Rp5 miliar.
Kasatreskrim Polresta Banyumas AKP Ardi Kurniawan mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban segera melapor kepada kepolisian. Penyidik juga akan mengembangkan perkara ke dugaan tindak pidana pencucian uang untuk menelusuri aliran dana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....