Menteri ESDM Pastikan Proyek Abadi Masela Masuki Tahap Konstruksi pada 2027
- 26 Jun 2026 11:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan proyek gas Abadi Masela mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027 setelah tertunda selama puluhan tahun
- Proses pengembangan proyek menunjukkan kemajuan, termasuk penyelesaian tahapan Front End Engineering and Design (FEED) sebagai persiapan konstruksi
- Pemerintah menargetkan Blok Masela mulai berproduksi pada 2029–2030, dengan nilai investasi sekitar USD20 miliar atau Rp339 triliun
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela segera memasuki babak baru. Proyek berstatus Proyek Strategis Nasional tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027 setelah tertunda puluhan tahun.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat memberikan keynote speech dalam acara Kajian Tengah Tahun INDEF, Kamis (25/6). Pemerintah terus mempercepat pengembangan proyek agar hambatan investasi yang pernah terjadi tidak kembali terulang.
Bahlil mengatakan sejumlah tahapan penting proyek menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design atau FEED. Menurutnya, kemajuan tersebut menjadi landasan penting sebelum proyek memasuki tahap konstruksi sesuai target pemerintah.
"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai, nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian. Saya kasih tau sama Inpex untuk segera jalan, sekarang alhamdulillah sudah jalan, tahun 2027 konstruksi," ujar Bahlil saat memberikan keynote speech pada acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), Kamis, 25 Juni 2026.
Bahlil menjelaskan Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Pemerintah menargetkan proyek tersebut mulai berproduksi pada periode 2029 hingga 2030 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
"Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa terproduksi. Dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," kata Bahlil.
Sebelumnya, saat kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil memperoleh arahan percepatan proyek. Arahan tersebut mencakup investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela sebagai prioritas pemerintah.
Menindaklanjuti arahan itu, Bahlil mengundang CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, membahas percepatan pengembangan Blok Masela. Proyek senilai sekitar USD20 miliar atau setara Rp339 triliun dengan kurs Rp16.900 per dolar AS mendapat komitmen percepatan penyelesaian dari INPEX.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....