Menteri ESDM Meminta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir dan Perkuat Mitigasi
- 23 Jun 2026 14:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta PLN segera mengambil langkah terukur dan komprehensif untuk mengatasi pemadaman bergilir yang dikeluhkan masyarakat
- Bahlil menegaskan penyebab pemadaman bukan karena kekurangan pasokan batu bara, melainkan persoalan teknis yang menjadi tanggung jawab PLN
- Pemerintah mendorong evaluasi menyeluruh dan penguatan mitigasi operasional agar gangguan kelistrikan tidak kembali terjadi serta kenyamanan pelanggan terjaga
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah meminta PT PLN (Persero) segera mengambil langkah mitigasi terukur dan menyeluruh menyusul terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kenyamanan masyarakat serta mencegah gangguan serupa kembali terjadi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat. Ia menekankan penyelesaian persoalan teknis harus segera dilakukan oleh PLN sebagai operator kelistrikan nasional.
Bahlil meminta PLN segera mengambil langkah terukur menyusul pemadaman bergilir di sejumlah daerah. Ia menegaskan upaya komprehensif diperlukan untuk mengembalikan kenyamanan pelanggan serta mencegah gangguan kembali terjadi.
Ia menekankan persoalan teknis penyebab pemadaman harus segera ditangani oleh PLN sebagai pihak berwenang. Menurutnya, seluruh kendali operasional dan penyelesaian masalah teknis kelistrikan berada di bawah tanggung jawab PLN.
"Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak adalagi pemadaman. Dengan kata lain segera atasi masalah teknis ini, karena masalah teknis semuanya ini kewenangan dan kendalinya memang ada di PLN," ucap Bahlil usai prosesi penyalaan perdana bantuan pemasangan listrik baru di Dusun Krembeng, Jawa Tengah, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Bahlil, PLN perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional agar seluruh proses berjalan optimal. Ia menilai langkah mitigasi yang tepat menjadi faktor utama mencegah gangguan kelistrikan kembali dirasakan masyarakat.
Bahlil juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN terkait penanganan persoalan tersebut. Komunikasi itu dilakukan untuk memastikan langkah perbaikan berjalan cepat dan terukur sesuai kebutuhan lapangan.
"Saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Termasuk didalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat," katanya.
Selain itu, Bahlil menegaskan pemadaman bergilir bukan disebabkan kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Pemerintah, kata dia, telah mengantisipasi kebutuhan bahan bakar melalui penugasan kepada perusahaan batu bara nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN secara umum telah diantisipasi pemerintah. Kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta ton dan telah didukung penugasan kepada perusahaan nasional.
Menurut Bahlil, penugasan yang diberikan Direktorat Jenderal Minerba mencapai 180 hingga 190 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134 juta ton telah dikontrakkan sehingga sisanya sekitar 18 juta ton.Ia menambahkan, distribusi batu bara hingga tiba di pembangkit bukan menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Minerba. Proses tersebut sepenuhnya merupakan bagian dari pengelolaan dan manajemen logistik yang dilakukan PLN.
Pemerintah menegaskan PLN harus segera menuntaskan persoalan teknis yang memicu terjadinya pemadaman bergilir di daerah. Penguatan pengawasan dan mitigasi operasional juga diperlukan agar layanan listrik kembali normal serta andal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....