Kemkomdigi Buka Peluang Perluasan Pelatihan dan Sertifikasi Digital di Ponpes

  • 26 Jun 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka peluang untuk berkolaborasi dengan Pondok Pesantren (Ponpes)
  • Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi digital sangat dibutuhkan di Pondok Pesantren
  • Penguatan pelatihan amenkomdigi Nezar Patria mengatakan kolaborasi dengan pondok pesantren menjadi langkah strategis dalam perluasan akses digital

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), membuka peluang kolaborasi dengan pondok pesantren (Ponpes) dalam pengembangan keterampilan digital. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria, saat menerima audiensi Bina Usaha Nahdliyin, Rabu, 24 Juni 2026.

Kolaborasi dengan Ponpes ini diungkapkan Wamenkomdigi, untuk memperluas akses digital dan sertifikasi kompetensi digital para santri. Hal ini ditegaskan Nezar, menjadi langkah strategis di tengah perkembangan teknologi digital.

Program tersebut diharapkan dapat membekali santri dengan keterampilan digital yang mumpuni. Sehingga hal tersebut akan berguna bagi para santri, untuk meningkatkan daya saing dalam industri digital.

"Kita memiliki pelatihan digital yang dapat diikuti secara daring dan berujung pada sertifikasi kompetensi yang berguna untuk memasuki dunia kerja," kata Nezar dalam keterangan resminya yang diterima RRI.co.id, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Untuk itu lebih lanjut diungkapkannya, bahwa Kemkomdigi siap mendukung berbagai inisiatif yang melibatkan Ponpes dalam peningkatan kapasitas digital. Menurut Wamenkomdigi, pengembangan keterampilan digital santri menjadi penting karena lulusan pesantren memiliki beragam pilihan profesi di masa depan.

Dalam audiensi di Kantor Kemkomdigi itu, Nezar juga mendorong peningkatan program literasi digital di lingkungan pesantren. Ia menjelaskan hal ini untuk menyeimbangkan antara perkembangan teknologi dengan pemanfaatan teknologi terbarukan.

"Literasi digital sekarang itu lebih mencoba meningkatkan skill atau juga pemahaman terhadap emerging technology. Misalnya artificial intelligence, IoT, dan lain-lain," ujar Wamenkomdigi Nezar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....