Presiden Prabowo Buka Peluang Reshuffle Jelang Dua Tahun Pemerintahan
- 17 Sep 2026 09:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya.
- Presiden menyatakan setiap anggota kabinet telah memiliki waktu untuk membuktikan kemampuan dan kinerjanya melalui evaluasi kinerja.
- Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam program Prabowo Menjawab saat wawancara dengan para pimpinan redaksi media di Hambalang, Bogor, pada Rabu 16 September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Presiden mengatakan setiap anggota kabinet telah memiliki waktu untuk membuktikan kemampuan dan kinerjanya.
Pernyataan tersebut dikatakan Presiden dalam program Prabowo Menjawab wawancara dengan para pimpinan redaksi media di Hambalang, Bogor, Rabu, 16 September 2026. Presiden menjawab pertanyaan mengenai evaluasi terhadap kinerja anggota kabinet dan kemungkinan reshuffle.
"Jadi gini, kalau saya evaluasinya terus menerus dan sampai sekarang secara objektif. Ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke," ujar Presiden.
Presiden kemudian mengibaratkan kabinet sebagai sebuah kesebelasan sepak bola. Menurutnya, terdapat pemain inti, penyerang, hingga pemain cadangan dalam sebuah tim.
Ia mengatakan pemerintah saat ini masih berfokus menangani persoalan mendasar karena kompleksitas masalah yang dihadapi Indonesia. Sejumlah kementerian juga disebut tidak berada di garis depan dalam pelaksanaan prioritas pemerintah.
"Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, tapi mereka mengerti. Mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing," katanya.
Presiden mengatakan reshuffle dapat dilakukan untuk menempatkan seseorang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Pergantian juga dapat dilakukan apabila terdapat pejabat yang dinilai tidak sesuai dengan posisi yang ditempatinya.
"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya. Tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi," ujar Presiden.
Selain pertimbangan kompetensi, Presiden mengatakan masalah yang melibatkan pejabat juga dapat menjadi alasan pergantian. Ia mencontohkan apabila terdapat pejabat yang menghadapi persoalan hukum dan telah memiliki bukti.
Presiden menegaskan pemerintah tidak akan menghindari proses hukum terhadap pejabat apabila terdapat persoalan. Menurutnya, setiap pejabat tetap bertanggung jawab atas persoalan yang berkaitan dengan dirinya.
Ketika ditanya mengenai momentum dua tahun pemerintahan, Presiden mengatakan evaluasi dan perubahan kabinet merupakan hal yang logis. Ia menilai anggota kabinet telah memiliki waktu untuk menunjukkan kemampuan dalam menjalankan tugas.
"Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," kata Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....