Usulan Gaji Guru Rp30 Juta Sebulan, DPR Ingatkan Tantangan Anggaran

  • 25 Jun 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai peningkatan kesejahteraan guru merupakan langkah penting untuk memperbaiki kualitas pendidikan
  • peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kombinasi antara kebijakan yang visioner dan kesiapan teknis yang matang

RRI.CO.ID, Jakarta – Usulan menaikkan gaji guru hingga Rp30 juta per bulan mendapat respons positif dari Komisi X DPR RI. Namun, parlemen mengingatkan bahwa gagasan tersebut memerlukan kajian teknis dan fiskal yang matang mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai peningkatan kesejahteraan guru merupakan langkah penting untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Meski demikian, ia menegaskan implementasi usulan tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

“Gagasan ini bagus dan perlu mendapat perhatian serius. Tetapi tidak semua gagasan dapat langsung diterapkan pada kondisi aktual saat ini tanpa pembahasan lebih teknis,” kata Fikri dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.

Pernyataan itu merespons usulan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang mengusulkan gaji guru dinaikkan menjadi Rp30 juta per bulan. Menurutnya, kesejahteraan guru merupakan faktor kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan menarik talenta menjadi pendidik.

Berdasarkan perhitungannya, dengan jumlah 3,5 juta guru di Indonesia, kebutuhan anggaran untuk kebijakan tersebut dapat mencapai Rp30 triliun per bulan. Nilai itu hampir setara dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fikri mengingatkan pemerintah saat ini masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah di sektor pendidikan. Termasuk implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi terkait program pendidikan gratis jenjang SD dan SMP.

Selain itu, ia menilai peningkatan kesejahteraan tidak hanya menyasar guru Tetapi juga perlu mempertimbangkan dosen sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

“Kalau berbicara kesejahteraan pendidik, maka guru dan dosen tidak bisa dipisahkan. Karena keduanya merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan,” ujarnya.

Menurut Fikri, tantangan terbesar bukan hanya merumuskan gagasan besar, tetapi memastikan desain kebijakan, sumber pendanaan. Dan juga mekanisme pelaksanaannya dapat berjalan efektif di lapangan.

Ia menegaskan peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kombinasi antara kebijakan yang visioner dan kesiapan teknis yang matang. Hal itu agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh dunia pendidikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....