Asep Wahyuwijaya: BUMN Harus Tumbuh Lewat Kualitas dan Daya Saing

  • 25 Jun 2026 17:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Asep Wahyuwijaya meminta BUMN membangun daya saing melalui kualitas layanan, profesionalisme, dan tata kelola yang baik.
  • Semangat kemandirian yang tengah didorong Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan BUMN.
  • Kang Asep meminta BUMN tidak mengandalkan berbagai fasilitas atau perlakuan istimewa yang berpotensi mengganggu persaingan usaha yang sehat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menegaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus membangun daya saing melalui kualitas layanan, profesionalisme, dan tata kelola yang baik. Bukan dengan mengandalkan berbagai fasilitas atau perlakuan istimewa yang berpotensi mengganggu persaingan usaha yang sehat.

Pernyataan tersebut disampaikan Asep dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) selaku induk Holding BUMN Jasa Survei, Inspeksi, dan Sertifikasi (ID Survey), Kamis 25 Juni 2026. Menurut legislator Partai NasDem itu, semangat kemandirian yang tengah didorong Presiden Prabowo Subianto harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan BUMN.

Ia menilai kebijakan streamlining dilakukan untuk mengoreksi praktik sinergi yang berkembang secara berlebihan dan mendorong pembentukan berbagai anak usaha di luar bisnis inti perusahaan. Asep menilai, atas nama sinergi, sejumlah BUMN selama ini merambah sektor-sektor usaha yang sebenarnya dapat dijalankan oleh pihak swasta.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi mempersempit ruang tumbuh dunia usaha nasional.

Meski demikian, Asep menyatakan dukungannya terhadap upaya perusahaan-perusahaan BUMN untuk menjadi entitas yang mandiri, berkualitas, dan fokus pada bisnis utamanya.

Ia juga mengapresiasi kinerja keuangan ID Survey yang dinilai menunjukkan fondasi bisnis yang sehat. Menurutnya, bisnis survei, inspeksi, dan sertifikasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dibandingkan aset fisik semata.

"Bisnis ini basisnya adalah kualitas SDM. Yang dijual adalah talenta, kemampuan, kecerdasan, inovasi, dan keahlian yang dimiliki. Karena itu, kekuatan utama perusahaan terletak pada kualitas sumber daya manusianya," kata Asep.

Politisi dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) itu juga optimistis target ID Survey untuk masuk dalam jajaran 20 perusahaan survei dan sertifikasi terbesar di dunia dapat tercapai.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan penguatan kualitas SDM, peningkatan mutu layanan, efisiensi operasional, harga yang kompetitif. Serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance secara konsisten.

Selain itu, Asep mendorong ID Survey terus memperluas pangsa pasar melalui peningkatan kapabilitas dan reputasi perusahaan. Bukan dengan mengandalkan perlindungan atau perlakuan khusus.

"Kita tentu ingin ID Survey terus tumbuh dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia. Tetapi pertumbuhan itu harus dibangun melalui kemampuan sendiri, kualitas layanan, dan kinerja yang unggul, bukan dengan budaya meminta perlakuan khusus. Ini soal mentalitas, karakter kelembagaan, dan semangat kemandirian yang harus kita bangun bersama," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....