Kemenpar Ajak Berwisata melalui "Liburan Cara Baru" #DiIndonesiaAja

  • 25 Jun 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pariwisata luncurkan Kampanye 'Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja. Kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih mengeksplorasi destinasi wisata dalam negeri.
  • Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, perjalanan antar kabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan Nusantara.
  • Periode libur sekolah tahun ini, Kementerian Pariwisata bersama pelaku industri juga menyediakan 95 paket wisata menarik. Mereka melibatkan 40 pelaku industri dengan pilihan atraksi alam, budaya, petualangan, dan bahari.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan di dalam negeri. Ajakan ini disampaikan melalui kampanye 'Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja.

Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya menyebut, kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih mengeksplorasi destinasi wisata dalam negeri. Selain itu, berlibur di dalam negeri menghadirkan alternatif liburan murah dan dekat.

"Dari mana ke mana kalau liburan? Kelihatan memang perjalanan itu terjadi di dalam provinsi," ucap Nia dalam keterangan pers di kantor Kemenpar, Kamis 25 Juni 2026.

Nia mengatakan, mayoritas turis memilih destinasi berjarak dekat dengan tempat tinggal. Ini sejalan dengan tren yang menunjukkan lebih banyaknya perjalanan di wilayah sekitar masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, perjalanan antar kabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara. Tahun 2025, perjalanan dalam provinsi sebesar 67,7 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara.

"Bahwa memang masyarakat cenderung melakukan perjalanan yang dekat saja. Ini karena persoalan biaya pertimbangannya, aksesnya lebih mudah, dan banyak atraksi baru di daerah sekitar," kata Nia menambahkan.

"Liburan Cara Baru", lanjut Nia, mengajak masyarakat mengubah pandangan dalam berlibur. Bahwa liburan tidak perlu bepergian jaub dan membutuhkan biaya besar.

Nia mengatakan, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman baru dengan mengunjungi destinasi yang belum pernah dikunjungi. Termasuk desa wisata yang menawarkan aktivitas dan kultur berbeda dari masyarakat perkotaan.

"Persepsi kalau berwisata itu mahal, lama, jauh, dan ternyata cara baru sudah tidak begitu lagi. Kita bisa jalan di sekitar kita yang belum kita eksplor, yang belum kita rasakan pengalamannya," katanya.

Kemenpar juga mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform MaiA. MaiA dibuat untuk membantu merencanakan perjalanan wisata sesuai kebutuhan dan anggaran.

Periode libur sekolah tahun ini, Kementerian Pariwisata bersama pelaku industri juga menyediakan 95 paket wisata menarik. Mereka melibatkan 40 pelaku industri dengan pilihan atraksi alam, budaya, petualangan, dan bahari, menyasar segmen keluarga dan pelajar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....