Perkuat Karakter Generasi Muda, Menbud Fadli Dorong Tradisi Mendongeng
- 24 Jun 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menilai cerita rakyat dan kegiatan mendongeng penting untuk membangun karakter, kecerdasan emosional, serta imajinasi anak.
- Cerita rakyat dinilai efektif menanamkan nilai kehidupan dan memperkuat kesadaran budaya sejak usia dini.
- Awam Prakoso menegaskan dongeng menjadi fondasi karakter anak, dengan dukungan aktif orang tua melalui budaya bercerita di rumah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menilai cerita rakyat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, tradisi mendongeng dan bercerita turut mendukung perkembangan kemampuan emosional serta imajinasi anak sejak dini.
Ia mengatakan storytelling atau kegiatan bercerita memiliki manfaat yang telah didukung berbagai kajian ilmiah. Selain membantu proses pembelajaran, cerita rakyat juga berkontribusi terhadap pembentukan kecerdasan emosional dan spiritual anak.
Ia menjelaskan kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan untuk mendukung pertumbuhan fisik yang optimal. Anak juga membutuhkan asupan nilai melalui dongeng dan cerita untuk menunjang perkembangan mental serta emosional.
"Storytelling itu sangat penting bagi otak, dan ini scientific. Storytelling, dongeng, cerita itu penting untuk emotional intelligence, spiritual intelligence," katanya saat ditemui wartawan usai acara Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, cerita rakyat menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda sejak awal. Proses tersebut dinilai penting dalam membangun fondasi karakter yang kuat bagi anak di masa depan.
Ia menambahkan cerita rakyat mampu merangsang daya imajinasi yang menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kemampuan berimajinasi dinilai berperan besar dalam membentuk kreativitas dan cara berpikir generasi muda.
Ia menilai dongeng dan cerita rakyat memiliki nilai pendidikan yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Melalui cerita, berbagai pesan moral dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh anak.
"Imajinasi memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak dan pembentukan karakter. Jika ditanamkan sejak kecil melalui dongeng, nilai-nilai tersebut akan terus melekat hingga mereka dewasa," ucapnya.
Menurutnya, pembiasaan mendengarkan cerita sejak usia dini dapat memperkuat kesadaran budaya pada generasi penerus bangsa. Karena itu, pelestarian cerita rakyat perlu terus didorong sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat Indonesia.
Ia berharap semakin banyak keluarga, pendidik, dan komunitas budaya yang menghidupkan kembali tradisi mendongeng. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas bangsa di masa mendatang.
Pendiri Kampung Dongeng Indonesia, Awam Prakoso menilai kegiatan mendongeng memiliki peran penting bagi perkembangan anak. Menurutnya, dongeng menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter sekaligus menanamkan nilai kehidupan sejak usia dini.
Ia mengatakan peran dongeng semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital saat ini. Anak-anak membutuhkan pendampingan agar mampu menyerap informasi secara bijak serta memiliki landasan karakter yang kuat.
"Dongeng menjadi semacam vitamin dan nutrisi bagi tumbuh kembang anak. Di tengah kemudahan akses informasi saat ini, dongeng dapat menjadi pondasi yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran orang tua sangat dibutuhkan sebagai pendamping utama dalam proses tumbuh kembang anak. Budaya bercerita di rumah menjadi cara sederhana untuk membangun komunikasi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....