Kementerian Pertanian Percepat Cetak Sawah 2.000 Hektare di Papua Pegunungan

  • 24 Jun 2026 23:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementan mempercepat program cetak sawah hingga total 2.000 hektare di Papua Pegunungan pada 2026
  • Program ditandai dengan tanam padi perdana di Kampung Perabaga, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya
  • Pengembangan tahun ini mencakup cetak sawah baru seluas 1.910 hektare, melanjutkan 90 hektare yang telah selesai dibangun sebelumnya
  • Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Hermanto menegaskan program dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat adat dan menghormati hak ulayat
  • Kementan menyiapkan dukungan benih unggul, pupuk dolomit, alat dan mesin pertanian, serta subsidi BBM bagi petani

RRI.CO.ID, Wamena - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah di Papua Pegunungan hingga mencapai total 2.000 hektare pada 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan tanam padi perdana di Kampung Perabaga, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kegiatan itu menjadi bagian dari pengembangan sawah baru seluas 1.910 hektare yang dilaksanakan Kementerian Pertanian tahun ini.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto mengatakan program cetak sawah dilakukan untuk membuka sentra produksi pangan baru di Papua Pegunungan. Menurutnya, pengembangan pertanian tersebut juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Saya melihat luar biasa semangat mama-mama dan kakak-kakak semua untuk mengelola sawahnya. Program cetak sawah yang diprogramkan pemerintah saat sekarang ini sesungguhnya adalah dari masyarakat untuk masyarakat," kata Hermanto dalam kegiatan tanam perdana di Wamena, Sabtu 20 Juni 2026.

Hermanto menegaskan seluruh tahapan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat adat. Ia memastikan hak ulayat masyarakat tetap dihormati dalam pelaksanaan program tersebut.

"Tidak ada perampasan atau pengambilalihan hak ulayat. Semua yang kita kerjakan sudah disepakati bersama oleh tokoh adat, masyarakat adat, dan petani semua," ucapnya.

Menurut Hermanto, pengembangan sawah di Papua Pegunungan merupakan kelanjutan dari keberhasilan pembangunan sawah seluas 90 hektare sebelumnya. Pada 2026, pemerintah melanjutkan pengembangan lahan sawah baru seluas 1.910 hektare sehingga total luas sawah mencapai 2.000 hektare.

"Sekarang baru 90 hektare yang sudah selesai. Tahun ini kita lanjutkan cetak sawah di Papua Pegunungan seluas 1.910 hektare. Jadi 90 tambah 1.910, menjadi 2.000 hektare kita selesaikan tahun 2026 ini," katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha tani, Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih unggul, pupuk dolomit, alat dan mesin pertanian, hingga subsidi bahan bakar minyak bagi petani. Dukungan tersebut diberikan agar lahan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pengembangan sawah baru di Papua merupakan bagian dari visi pemerintah mewujudkan kemandirian pangan di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, Papua memiliki potensi besar menjadi sentra produksi pangan baru.

"Mimpi kita adalah seluruh pulau di Indonesia swasembada pangan. Dengan begitu, tidak perlu lagi pengangkutan pangan antarpulau. Ini adalah solusi permanen untuk mengatasi persoalan inflasi," ucap Amran.

Kementerian Pertanian berharap pengembangan sawah di Papua Pegunungan mampu meningkatkan produksi pangan daerah sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional. Pemerintah juga meminta kelompok tani dan masyarakat menjaga lahan yang telah dibangun agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....