Pemerintah Targetkan Dapur MBG di Wilayah 3T Rampung Pekan Ini
- 07 Agt 2026 00:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan SPPG atau dapur Program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) rampung pada pekan ini.
- Wilayah prioritas meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku yang memiliki angka stunting tinggi.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lanjutan terkait pelaksanaan Program MBG.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) rampung pada pekan ini. Wilayah prioritas meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku yang memiliki angka stunting tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lanjutan terkait pelaksanaan Program MBG. Awalnya, penyelesaian dapur MBG di wilayah 3T ditargetkan dalam waktu satu bulan, namun kini dipercepat menjadi satu pekan.
"Baru saja kami menyelesaikan rapat koordinasi mengenai BGN, lanjutan dari rapat minggu lalu. Target jangka pendek kami adalah menyelesaikan SPPG di daerah 3T, yaitu Papua, NTT, dan Maluku yang angka stuntingnya paling tinggi," ujar Zulkifli, Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar layanan pemenuhan gizi dapat segera menjangkau masyarakat di wilayah yang paling membutuhkan. "Kami memutuskan yang 3T akan selesai dalam minggu ini, minggu lalu targetnya satu bulan, ternyata dalam satu minggu ini insyaallah bisa kita selesaikan," katanya.
Selain pembangunan dapur MBG, pemerintah juga terus merampungkan integrasi data penerima manfaat dari berbagai kementerian dan lembaga. Data tersebut berasal dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Gizi Nasional (BGN).
Zulhas menyebut proses penyelarasan data tersebut sebagian besar telah selesai, meski masih ada sejumlah koreksi yang akan dipaparkan lebih lanjut oleh Kepala BGN. Sementara itu, pembangunan dapur MBG di luar wilayah 3T diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
Menurut Zulhas, penambahan titik dapur di Pulau Jawa, Sumatera, dan wilayah lainnya mencapai sekitar 13 ribu lokasi. Sehingga membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan lagi untuk penyelesaiannya.
"Jumlah titik penambahan di Pulau Jawa, Sumatera, dan yang lain selain 3T hampir ada 13 ribu titik. Kami perlu waktu lebih panjang," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....