Mentrans Dorong Tingkatkan Talenta dan SDM Masyarakat Transmigrasi

  • 24 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong peningkatan talenta dan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat transmigrasi
  • Menurutnya, di abad ke-21 harus menjadi era transmigrasi yang mengedepankan pengetahuan, teknologi, dan talenta masyarakat di kawasan transmigasi
  • Tantangan terbesar bangsa bukan hanya mencetak talenta, melainkan memastikan talenta terbaik bersedia hadir dan bekerja untuk Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong peningkatan talenta dan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat transmigrasi. Menurutnya, di abad ke-21 harus menjadi era transmigrasi yang mengedepankan pengetahuan, teknologi, dan talenta masyarakat di kawasan transmigasi.

Menteri Iftitah menyebut, transmigrasi masa depan tidak lagi bisa dibaca dengan kacamata lama, yang sekadar memindahkan penduduk. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan orang pintar, dimana kampus-kampus terbaik melahirkan ribuan sarjana, magister, doktor, dan profesor setiap tahun.

Tantangan terbesar bangsa bukan hanya mencetak talenta, melainkan memastikan talenta terbaik bersedia hadir dan bekerja untuk Indonesia. Sehingga perguruan tinggi diharapkan dapat terlibat dalam gerakan besar membangun Indonesia melalui distribusi pengetahuan, teknologi, dan talenta.

"Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia menggunakan kepintarannya untuk Indonesia. Kita tidak sedang mencari talenta terbaik untuk dirinya sendiri. Kita sedang mencari talenta terbaik yang bersedia mengabdi," kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Rabu 24 Juni 2026.

Iftitah menjelaskan, transmigrasi dan perguruan tinggi sesungguhnya memiliki misi yang sama sebagai instrumen peradaban. Kampus membangun pusat keunggulan ilmu pengetahuan, sementara transmigrasi membangun pusat pertumbuhan baru.

“Jika kampus menciptakan pengetahuan. Maka kawasan transmigrasi menyediakan ruang tempat pengetahuan itu diuji, diterapkan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Menteri Iftitah menambahkan, kawasan transmigrasi harus menjadi tempat teori bertemu praktik, riset bertemu kebutuhan nyata, dan inovasi. Dengan begitu, ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di kampus, tetapi melahirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat.

“Perguruan tinggi yang hebat bukan hanya yang dikenal dunia. Perguruan tinggi yang hebat adalah yang paling dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....