Indonesia Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia, Bidik Pasar Eurasia

  • 23 Jun 2026 23:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia memperkuat kerja sama industri dengan Rusia untuk memperluas akses pasar Eurasia
  • Sebanyak 50 perusahaan Indonesia akan berpartisipasi dalam INNOPROM 2026 di Rusia
  • Kedua negara menjajaki MoU industri dan mempercepat implementasi kerja sama strategis

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memperkuat kerja sama industri dengan Rusia untuk memperluas akses pasar di kawasan Eurasia. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan daya saing industri nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan hubungan bilateral kedua negara memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya, partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 menjadi momentum penting mempererat hubungan kedua negara.

“Kepercayaan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama industri. Selain itu juga dapat menghasilkan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Rusia,” kata Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. Pertemuan itu juga dihadiri Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia Alexander Masaltsev.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan INNOPROM 2026 di Rusia. Pameran industri internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Ekaterinburg pada 6 hingga 9 Juli 2026.

Selain membahas agenda pameran, Indonesia dan Rusia menjajaki penguatan kerja sama sektor industri strategis. Pembahasan tersebut mencakup rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman kerja sama industri.

MoU tersebut diharapkan menjadi payung bagi berbagai program kolaborasi yang akan dikembangkan mendatang. Kerja sama itu juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas industri dan hubungan antarpelaku usaha.

Indonesia dan Rusia juga sepakat mempercepat implementasi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. Kesepahaman tersebut mencakup kerja sama industri perkapalan dan kajian penggunaan asbes krisotil secara aman.

Langkah tersebut diharapkan menghasilkan program konkret yang mendukung pengembangan kapasitas industri kedua negara. Selain itu, kemitraan usaha antara Indonesia dan Rusia diharapkan semakin berkembang ke depan.

Dalam partisipasinya pada INNOPROM 2026, Indonesia akan membawa sekitar 50 perusahaan dari berbagai sektor. Perusahaan tersebut berasal dari sektor makanan, minuman, elektronik, furnitur, hingga industri digital.

Sektor lainnya mencakup permesinan, energi hijau, serta manufaktur yang berorientasi pada pasar ekspor. Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan membuka peluang investasi dan kerja sama baru.

Indonesia juga akan menggelar sejumlah forum bisnis dan diskusi panel selama penyelenggaraan pameran. Forum tersebut membahas sektor kelapa sawit, petrokimia, perkapalan, aluminium, dan kawasan industri.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan antara pelaku usaha kedua negara. Selain itu, forum tersebut dapat membuka peluang kemitraan dan investasi yang lebih luas.

“Kami yakin kerja sama yang erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara. Melalui INNOPROM 2026, kami harap semakin banyak peluang investasi, perdagangan, transfer teknologi, dan kemitraan industri yang dapat diwujudkan,” ujar Agus.

Menurutnya, penguatan kerja sama industri dengan Rusia akan mendukung pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan. Langkah tersebut juga diharapkan memperluas akses pasar Indonesia di kawasan Eurasia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....