Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Perkuat Perlindungan dan Daya Saing Pelaut RI
- 23 Jun 2026 21:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhub menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan daya saing pelaut Indonesia.
- Pemerintah menilai profesi pelaut memiliki tantangan dan risiko tinggi.
- Ditjen Perhubungan Laut saat ini membina lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan agar memenuhi standar internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan daya saing pelaut Indonesia. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi berstandar internasional, digitalisasi layanan, serta penguatan aspek kesejahteraan dan keselamatan kerja.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, dalam peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026, pada Selasa 23 Juni 2026. Kegiatan ini digelar melalui Maritime Expo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Acara ini mengusung tema global yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), “Carrying World Trade, Carrying the Risks”. Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan dunia sekaligus menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan tugasnya.
"Begitu besar peran pelaut, menghubungkan dunia, mendorong perdagangan global, menanggung risiko buat kita semua," kata Suntana. Menurutnya, profesi pelaut memiliki tantangan dan risiko tinggi.
Mereka harus bekerja di tengah cuaca ekstrem, jauh dari keluarga selama berbulan-bulan, hingga menghadapi ancaman kecelakaan di laut. Karena itu, pemerintah terus berupaya menjamin hak-hak pelaut Indonesia melalui berbagai program perlindungan dan peningkatan kesejahteraan.
Suntana juga memberikan apresiasi kepada para pelaut Indonesia yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi. Yakni, dalam menjaga kelancaran perdagangan dan konektivitas maritim nasional maupun global.
"Bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia. You are the heroes of the Oceans," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud mengungkapkan Indonesia saat ini menjadi salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 1,6 juta pelaut.
Menurutnya, potensi besar tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi. Serta sistem perlindungan yang memadai agar pelaut Indonesia semakin kompetitif di pasar maritim internasional.
"Pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan. Serta pengawasan implementasi standar internasional seperti STCW Convention dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006," kata Masyhud.
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, dan kesejahteraan tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam pengembangan sektor maritim nasional. Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia maritim, Ditjen Perhubungan Laut saat ini membina lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan agar memenuhi standar internasional.
"Fasilitas simulator terus kami tingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global," ujar Masyhud.
Rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia 2026 tidak hanya diisi dengan Maritime Expo yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026. Tetapi juga berbagai kegiatan lain seperti penyerahan persetujuan (approval) kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, pemberian santunan dan asuransi kepada keluarga pelaut, layanan kesehatan, donor darah, serta pelayanan dokumen kepelautan.
Puncak peringatan akan digelar pada 25 Juni 2026 melalui Strategic Maritime Forum 2026 yang membahas arah kebijakan maritim nasional, investasi sektor maritim. Serta penguatan sumber daya manusia pelaut sebagai aset strategis bangsa.
Forum tersebut akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di sektor pelayaran dan maritim. Adapun seluruh rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 akan ditutup dengan kegiatan jalan santai yang dijadwalkan berlangsung di Plaza Barat Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 28 Juni 2026.
Melalui momentum tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara regulator, industri, lembaga pendidikan, dan komunitas pelaut dalam menciptakan ekosistem maritim yang berkelanjutan. Serta menghasilkan rekomendasi strategis bagi kemajuan sektor kepelautan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....