Nasib Bangunan eks Hotel Sultan, Rosan: Berpotensi Dirobohkan

  • 23 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rosan menyebut bangunan eks Hotel Sultan berpotensi dirobohkan sebagai bagian penataan kawasan baru.
  • Pemerintah menyiapkan desain ulang kawasan GBK seluas sekitar 200 hektare secara terintegrasi.
  • Kawasan eks Hotel Sultan direncanakan menjadi ikon baru Indonesia dan pusat pertumbuhan ekonomi Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bangunan eks Hotel Sultan berpotensi dirobohkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana penataan ulang kawasan Gelora Bung Karno (GBK) secara menyeluruh.

Rosan mengatakan pemerintah tengah menyiapkan pengembangan kawasan baru di lokasi tersebut. Namun, konsep final pengembangan masih dalam tahap pembahasan.

"Ya pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan. Tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru. Eventually iya (bakal dirobohkan)," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, pengelolaan kawasan nantinya dapat melibatkan perusahaan di bawah Danantara. Di antaranya melalui InJourney maupun Meru setelah seluruh proses administrasi selesai.

Rosan menjelaskan pemerintah tidak hanya fokus pada bekas Hotel Sultan. Penataan juga mencakup kawasan GBK dan area pendukung lainnya yang luasnya mencapai sekitar 200 hektare.

"Rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Nanti akan diubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan," ujarnya.

Ia mengatakan pengembangan kawasan akan diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta. Selain itu, seluruh fasilitas akan ditingkatkan hingga memenuhi standar internasional.

Rosan menilai kawasan GBK memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata dan olahraga. Karena itu, pemerintah akan memetakan berbagai destinasi baru yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.

"GBK tetap ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan. Kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard," kata Rosan.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan kawasan tersebut memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Pengembangannya juga diharapkan dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....