Rendi Korban Serangan Buaya Bersyukur, Bantuan Pemerintah Jadi Harapan Baru
- 22 Jun 2026 09:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bantuan disalurkan melalui kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi Kemensos di Kabupaten Gowa
- Kemensos menghadirkan sedikitnya 14 layanan sosial dan kesehatan dalam kegiatan tersebut
- Layanan meliputi operasi katarak, alat bantu disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan, dan bantuan nutrisi
- Kemensos memberikan bantuan kaki palsu kepada Rendi, korban serangan buaya asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
- Rendi kehilangan salah satu kakinya akibat serangan buaya saat bekerja di Malaysia pada 2015
RRI.CO.ID, Gowa - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan kaki palsu kepada Rendi, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang kehilangan kaki akibat serangan buaya. Bantuan tersebut disalurkan dalam kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar di Kabupaten Gowa.
Rendi mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan fisik. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantunya kembali beraktivitas dan mencari nafkah untuk keluarga.
"Bersyukur sekali menerima bantuan kaki palsu. Harapannya mudah-mudahan saya bisa jalan terus sampai di kebun dan anak saya bisa berkembang masa depannya," kata Rendi di Gowa, Minggu 21 Juni 2026.
Rendi mengalami musibah saat bekerja di Malaysia pada 2015. Serangan buaya yang dialaminya menyebabkan salah satu kakinya harus diamputasi.
Sejak saat itu, ia harus menghadapi berbagai keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran bantuan kaki palsu menjadi harapan baru untuk meningkatkan kemandiriannya.
Kepala Sentra Gau Mabaji Gowa Hasatama Hikmah mengatakan Bakti Sosial Terintegrasi merupakan bagian dari upaya Kemensos mendekatkan layanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan sosial dan kesehatan dalam satu lokasi.
Menurutnya, terdapat sedikitnya 14 layanan yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Layanan itu meliputi operasi katarak, bantuan alat bantu disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga bantuan nutrisi.
Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada masyarakat Kabupaten Gowa. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp907 juta.
Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV Anna Puspitasari mengatakan bantuan diberikan berdasarkan data yang akurat dan tepat sasaran. Program tersebut juga mendukung penguatan kesejahteraan masyarakat serta program prioritas pemerintah.
"Mudah-mudahan bantuan yang diberikan sebagai alat bantu disabilitas, kebutuhan hidup layak, bantuan kewirausahaan, dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, penerima manfaat dapat hidup mandiri menuju graduasi," ucap Anna.
Kemensos berharap bantuan yang diberikan mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Pemerintah juga terus memperluas akses layanan sosial agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh dukungan secara lebih cepat dan menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....