Sepuluh Ruas Tol Baru Disiapkan, untuk Dukung Arus Nataru 2026, Ini Daftarnya
- 21 Jun 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU menargetkan 10 ruas jalan tol baru sepanjang 201,12 kilometer dapat difungsionalkan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
- Ruas tol yang disiapkan tersebar di Sumatra, Jawa, hingga akses Bandara Dhoho Kediri untuk memperkuat konektivitas dan mendukung kelancaran lalu lintas
- BPJT akan memperketat pengawasan konstruksi agar seluruh target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu dan siap melayani masyarakat saat periode Nataru
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan 10 ruas jalan tol baru dapat difungsionalkan menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kehadiran ruas tol tersebut diharapkan mendukung kelancaran arus lalu lintas sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol memiliki peran strategis bagi pembangunan nasional. Menurutnya, infrastruktur jalan tol tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik. Tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody dalam keterangan tertulis Minggu, 21 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati mengatakan berdasarkan progres konstruksi saat ini. Ia menyebut sebanyak 10 ruas tol berpotensi selesai pada akhir 2026.
“Memang sesuai dengan progres konstruksi sampai sekarang, ada rencana sekitar 10 ruas. Harapannya dapat diselesaikan di akhir 2026 dan dapat difungsionalkan untuk menunjang pergerakan lalu lintas Nataru,” ujar Ni Komang.
Adapun 10 ruas jalan tol sepanjang 201,12 kilometer yang ditargetkan selesai konstruksi pada 2026 meliputi:
1. Sigli - Banda Aceh seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) sepanjang 24,67 kilometer akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) untuk seluruh golongan kendaraan.
2. Palembang - Betung seksi 1 - 4 (Kramasan-Pulo Rimo) sepanjang 54,50 kilometer, juga akan dioperasikan dua jalur dua arah, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
3. Probolinggo - Banyuwangi seksi 3 (Paiton-Besuki) sepanjang 25,60 kilometer. Ruas ini akan difungsikan dua jalur dua arah, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
4. Serang - Panimbang seksi 2 (Rangkasbitung-Cileles) sepanjang 24,17 kilometer. Ruas ini akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
5. Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Seksi 6 (Kutanegara-Sadang) sepanjang 8,50 kilometer akan difungsionalkan untuk mendukung arus balik menuju Jakarta. Ruas tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I nonbus, termasuk akses Patimban sepanjang 19,39 kilometer.
6. Ruas tol Akses Patimbang di Subang Sta 14+110 – 33+500 sepanjang 19,39 kilometer, difungsikan sebanyak 4 lajur dua arah.
7. Semarang - Demak Seksi 1A dan 1C sepanjang 3,66 kilometer, dirancang untuk difungsikan sebanyak 2 jalur (2 arah) dengan masing-masing jalur memiliki 2 lajur.
8. Solo - Yogyakarta - NYIA Kulonprogo Paket 1.2B, 2.1A dan 2.2B sepanjang 18,36 kilometer, akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
9. Yogyakarta - Bawen seksi 1 dan 6 sepanjang 15,10 kilometer, akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
10. Kediri – Tulungagung segmen Akses Tol Bandara sepanjang 7,17 kilometer, yang akan menghubungkan langsung Kota Kediri menuju Bandara Internasional Dhoho.
Menurut Ni Komang, BPJT akan terus memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek yang sedang berjalan. Langkah tersebut dilakukan agar target penyelesaian konstruksi dapat tercapai tepat waktu.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap penyelesaian konstruksi. Sehingga ruas-ruas tersebut dapat difungsionalkan untuk mendukung pergerakan masyarakat pada periode Nataru nanti,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....