Tidak Potensi Tsunami, Ini Pemicu Utama Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 4,7 di Sumbar
- 21 Jun 2026 11:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Masyarakat di wilayah Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), pada hari ini, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7. BMKG melaporkan, gempa bumi tektonik di Sumbar terserbut, terjadi sekitar pukul 09.33 WIB.
- BMKG mengungkapkan, pemicu utama terjadinya gempa bumi tektonik di Sumbar berada di Kepulauan Mentawai. Hasil analisis BMKG, memastikan, gempa bumi tektonik di Sumbar tersebut tidak berpotensi tsunami.
- Pusat gempa bumi (episenter) terletak di koordinat 1,25 LS dan 99,8 BT. Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer arah barat daya Padang, Sumatra Barat, dengan kedalaman pusat gempa 24 kilometer
RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat di wilayah Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), pada hari ini, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7. BMKG melaporkan, gempa bumi tektonik di Sumbar terserbut, terjadi sekitar pukul 09.33 WIB.
BMKG mengungkapkan, pemicu utama terjadinya gempa bumi tektonik di Sumbar berada di Kepulauan Mentawai. Hasil analisis BMKG, memastikan, gempa bumi tektonik di Sumbar tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Pusat gempa bumi (episenter) terletak di koordinat 1,25 LS dan 99,8 BT. Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer arah barat daya Padang, Sumatra Barat, dengan kedalaman pusat gempa 24 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi dalam keterangan resminya, Minggu, 21 Juni 2026.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Suaidi menjelaskan, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal. "Pemicunya adalah adanya aktivitas Sesar Mentawai," ucap Suaidi.
Kemudian, Suaidi mengatakan, terdapat satu kali gempa susulan berdasarkan hasil monitoring BMKG. Gempa bumi tektonik susulan di Sumbar itu, terjadi pada pukul 09.54 WIB.
BMKG, kata Suaidi, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Suaidi juga mengingatkan warga agar memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), getaran gempa ini dirasakan di beberapa wilayah Sumatera Barat hingga Bengkulu dengan intensitas bervariasi:
• Skala II-III MMI (Padang, Pariaman, Kepulauan Mentawai), Getaran nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
• Skala I-II MMI (Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Muko-Muko, Pasaman Barat): Getaran hanya terekam oleh alat atau dirasakan oleh beberapa orang saja.
Hingga saat ini, Suaidi mengaku, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat guncangan gempa tersebut. "Belum ada kabar kerusakan bangunan," ujar Suaidi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....