Menteri PPPA: Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga
- 21 Jun 2026 08:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mengajak perempuan memanfaatkan pekarangan rumah guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
- Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
- Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menilai pemanfaatan pekarangan rumah dapat membantu menekan pengeluaran keluarga.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak perempuan Indonesia mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah masing-masing. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Manfaatkan pekarangan di sekitar kita untuk menghemat pengeluaran keluarga,” ujarnya, Sabtu 20 Juni 2026 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Misalnya dengan menanam cabai atau lainnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri.
Arifah mengatakan pemanfaatan lahan pekarangan membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem di sekitarnya.
“Ini adalah bentuk sedekah oksigen,” ujarnya menegaskan. Selain bermanfaat untuk dunia, lanjut Menteri, menanam di pekarangan rumah juga menjadi investasi untuk kehidupan akhirat.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mendukung pernyataan Menteri PPPA yang tengah berkunjung ke wilayahnya. Menurut dia, pemanfaatan pekarangan rumah sangat membantu menekan pengeluaran keluarga, sekaligus membuka peluang bagi kaum perempuan untuk berwirausaha.
Viman mencontohkan konsumsi cabai per rumah tangga yang bisa mencapai Rp3.000 per hari. “Ini bisa jika para perempuan memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Menurut Viman, kegiatan bertani di pekarangan rumah juga dapat menjadi media edukasi efektif bagi generasi penerus. “Di sini kita belajar untuk memprioritaskan sekaligus mengoptimalkan pemenuhan hak dasar anak,” ujarnya.
Di sisi lain, Arifah juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga. Karena itu, Menteri mengingatkan para ibu dan keluarga meningkatkan kewaspadaan mengingat ruang domestik kerap menjadi tempat terjadinya kekerasan.
“Kekerasan fisik, emosional, dan seksual bahkan kerap terjadi di rumah kita sendiri, ucapnya. Karena itu, lanjut dia, peran aktif perempuan menjadi kunci utama untuk menjaga keluarga dan melindungi anak-anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....