Mendag Pastikan HET MINYAKITA Tetap Rp15.700 per Liter
- 19 Jun 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempertahankan HET MINYAKITA sebesar Rp15.700 per liter.
- Distribusi MINYAKITA diperkuat melalui Bulog dan ID FOOD ke pasar rakyat.
- Produsen diminta meningkatkan produksi minyak goreng alternatif untuk masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MINYAKITA tetap sebesar Rp15.700 per liter. Pemerintah saat ini memprioritaskan penguatan distribusi agar produk tersebut lebih mudah dijangkau masyarakat.
Mendag mengatakan langkah utama yang dilakukan adalah memperluas distribusi MINYAKITA ke pasar rakyat. Upaya tersebut melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) pangan, yakni Perum Bulog dan ID FOOD.
Menurutnya, keterlibatan kedua BUMN tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga minyak goreng di berbagai daerah.
“Kami saat ini akan fokus pada distribusi MINYAKITA ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap, MINYAKITA akan semakin banyak di pasar,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Pemerintah juga berupaya memastikan kebutuhan minyak goreng untuk program bantuan pangan tetap terpenuhi. Namun, ke depan kebutuhan tersebut akan menggunakan merek minyak goreng lain.
“Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, selanjutnya akan menggunakan merek lain. Detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen,” katanya.
Selain memperkuat distribusi MINYAKITA, pemerintah meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng merek alternatif atau 'second brand'. Langkah ini dilakukan untuk memperluas pilihan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Budi, produk minyak goreng alternatif saat ini sudah banyak tersedia di pasar rakyat. Karena itu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan selain MINYAKITA.
“Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat ya, tidak hanya MINYAKITA. Jadi sudah mudah untuk didapatkan,” ujarnya.
Pemerintah berharap penguatan distribusi dan penambahan pasokan minyak goreng alternatif dapat menjaga stabilitas harga. Langkah tersebut juga diharapkan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....