Kemendag Dorong Penguatan Perdagangan dan Investasi dengan Uzbekistan
- 19 Jun 2026 13:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Uzbekistan memperkuat kerja sama perdagangan serta investasi melalui pembentukan JWG.
- Nilai perdagangan bilateral mencapai USD181,4 juta pada 2025 dan terus menunjukkan tren peningkatan.
- Kedua negara mendorong percepatan negosiasi IU-FTA dan penguatan kolaborasi UKM.
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dengan mitra strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kolaborasi perdagangan dan investasi dinilai menjadi kunci membangun rantai nilai yang lebih tangguh.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral tindak lanjut pembentukan Joint Working Group (JWG). Kegiatan tersebut merupakan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Uzbekistan di Tashkent, Uzbekistan, Selasa, 16 Juni 2026.
Wamendag Roro mengatakan Indonesia memandang Uzbekistan sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia Tengah. Posisi Uzbekistan dinilai penting dalam mendukung perluasan akses perdagangan Indonesia ke kawasan Eurasia.
“Indonesia memandang Uzbekistan sebagai mitra strategis utama dan pusat ekonomi penting di kawasan Asia Tengah. Hubungan kedua negara sangat penting untuk lebih didalami agar menyeimbangkan arsitektur perdagangan dan menciptakan rantai nilai yang lebih tangguh,” ujarnya dalam keterangan pers pada Rabu, 17 Juni 2026.
Ia juga mengapresiasi peningkatan perdagangan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai USD181,4 juta pada 2025 atau meningkat hampir 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada 2023, nilai perdagangan kedua negara melampaui USD100 juta dan terus tumbuh. Omzet perdagangan bilateral meningkat sebesar 49 persen selama lima tahun terakhir hingga mencapai USD181,4 juta pada 2025,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara turut membahas perkembangan negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA). Menurut Roro, peluncuran negosiasi resmi IU-FTA pada 2 Maret 2026 menjadi tonggak penting penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Ia menjelaskan, perjanjian tersebut akan menghubungkan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan salah satu ekonomi yang tumbuh pesat di Asia Tengah. Indonesia dan Uzbekistan juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk pasar regional masing-masing.
“Sebagai langkah selanjutnya, Indonesia berharap dapat memulai diskusi tingkat teknis untuk menyelesaikan Kerangka Acuan sebelum mengadakan putaran negosiasi formal pertama. Untuk memfasilitasi proses ini, Indonesia siap memberikan draf awal Kerangka Acuan untuk negosiasi tersebut,” ujar Roro.
Selain perdagangan, Indonesia juga mendorong peningkatan kerja sama investasi dengan Uzbekistan. Roro menyebut minat investor Uzbekistan terhadap Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Ke depan, Indonesia mendorong kerja sama lebih erat antara otoritas investasi dan komunitas bisnis untuk mengidentifikasi peluang baru di sektor-sektor strategis. Termasuk pertanian, pupuk, manufaktur, energi terbarukan, pariwisata, industri halal, dan ekonomi digital,” ucapnya.
Ia juga mendukung penguatan kolaborasi pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) kedua negara. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha akan memperkuat implementasi kerja sama pemerintah menjadi transaksi bisnis yang konkret.
Wakil Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Ibrohim Ergashev mengusulkan pembahasan berbagai sektor strategis dalam pertemuan perdana JWG tingkat pejabat senior. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama perdagangan barang, jasa, dan investasi.
Ibrohim juga menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kolaborasi pemberdayaan UKM. Termasuk penguatan kapasitas dan akses pasar bagi usaha milik perempuan di kedua negara.
Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Uzbekistan mencapai USD181,4 juta. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD72,6 juta dan impor sebesar USD108,8 juta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....