Perkuat Pengawasan Laut Selatan, Bakamla akan Bangun Stasiun Pemantauan Maritim

  • 18 Jun 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bakamla RI menyatakan kesiapan membangun stasiun pemantauan maritim di DIY.
  • Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem keamanan maritim nasional.
  • Kepala Bakamla RI, Irvansyah, mengatakan stasiun tersebut akan dilengkapi teknologi radar over the horizon dan terhubung langsung dengan empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) milik Bakamla.

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menyatakan kesiapan membangun stasiun pemantauan maritim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem keamanan maritim nasional.

Kepala Bakamla RI, Irvansyah, mengatakan stasiun tersebut akan dilengkapi teknologi radar over the horizon. Dan terhubung langsung dengan empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) milik Bakamla.

"Stasiun tersebut akan dilengkapi teknologi radar over the horizon dan terintegrasi langsung dengan empat Pusat Komando. Dan Pengendalian yang dimiliki Bakamla RI," kata Irvansyah usai audiensi dengan Gubernur DIY di Yogyakarta, Kamis 18 Juni 2026.

Menurutnya, pembangunan stasiun pemantauan maritim di DIY merupakan bagian dari program National Maritime Security System (NMSS) yang tengah dikembangkan Bakamla. Yakni, melalui pembangunan 35 stasiun pemantauan di berbagai wilayah Indonesia.

Seluruh stasiun itu nantinya akan terhubung dengan sistem komando Bakamla dan terintegrasi dengan berbagai instansi yang memiliki kewenangan di bidang kelautan. Integrasi tersebut diharapkan mempercepat pertukaran informasi dan meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah perairan nasional secara waktu nyata.

"Nanti Puskodal kita juga akan mengintegrasikan seluruh instansi yang punya kewenangan di laut. Semua yang berhubungan dengan laut kita integrasikan sehingga pertukaran informasi lebih cepat dan berlangsung secara waktu nyata," ujarnya.

Selain memperkuat pengawasan maritim, Bakamla berencana memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan warga lokal sebagai pengawak stasiun pemantauan. Langkah itu dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan operasional fasilitas tersebut.

Irvansyah menilai posisi strategis DIY di Pulau Jawa menjadikan kawasan Laut Selatan sebagai wilayah yang penting untuk diawasi dalam mendukung keamanan maritim nasional. Karena itu, pembangunan stasiun pemantauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mitigasi berbagai potensi ancaman keamanan di masa mendatang.

"Kita mulai meletakkan fondasi untuk pembangunan ke depan dan bekerja sama dengan pemerintah setempat. Sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyambut positif rencana pembangunan stasiun pemantauan maritim tersebut. Menurut Sultan, keberadaan fasilitas itu penting untuk mendukung pengawasan kawasan perairan selatan DIY.

"Kalau saya tidak keberatan, karena bagi saya itu juga penting untuk berada di selatan. Nanti akan dilihat kebutuhan yang diperlukan, tetapi kami belum membahas sampai ke tahap itu," ujar Sultan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....