Bulog DIY Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Beras SPHP

  • 07 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat upaya stabilisasi harga pangan
  • Melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras, distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penyaluran Minyakita kepada masyarakat
  • Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat upaya stabilisasi harga pangan. Melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras, distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penyaluran Minyakita kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan. Serta memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika kebutuhan pangan.

"Selain itu kami juga mempercepat distribusi Minyakita. Guna menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, Minggu, 7 Juni 2026.

Dedi bersama Satgas Pangan Polda DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DIY. Serta petugas pencatat harga pasar melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo.

Menurut dia, pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok, memonitor perkembangan harga di tingkat pedagang. Serta mengukur efektivitas program stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah.

Dari hasil pemantauan tersebut, harga beras di pasar terpantau stabil dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram untuk beras medium. Sementara itu, pasokan Minyakita di tingkat pengecer juga dinilai aman dengan harga yang masih sesuai ketentuan.

Bulog DIY juga memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi sangat memadai. Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil Yogyakarta tercatat mencapai sekitar 244 ribu ton.

"Jumlah ini sangat memadai untuk mendukung program bantuan pangan, penyaluran SPHP. Serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," ujarnya.

Hingga 7 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Kanwil Yogyakarta telah mencapai sekitar 83 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Penyaluran terus dipercepat dengan target penyelesaian hingga akhir Juni 2026.

Menurut Dedi, program bantuan pangan berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Sekaligus membantu mengendalikan tekanan harga pangan di tingkat konsumen, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

Selain bantuan pangan, Bulog juga mengoptimalkan distribusi beras SPHP melalui pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), kios pangan. Serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Di sisi lain, penyaluran Minyakita terus diperluas melalui pasar tradisional dan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di wilayah DIY, Banyumas, dan Magelang. Guna memastikan masyarakat memperoleh pasokan minyak goreng dengan harga terjangkau.

"Beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Karena itu distribusinya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," ucapnya.

Bulog memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional. Dedi juga mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan karena stok beras maupun Minyakita dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan.

"Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil. Serta kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....