Kemenperin Gandeng MR.DIY, Dorong Produk IKM Tembus Pasar Lebih Luas
- 22 Mei 2026 12:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin menjalin kerja sama dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR. DIY) untuk memperluas akses pasar, distribusi, dan daya saing produk IKM.
- Kinerja industri manufaktur tetap solid dengan pertumbuhan 5,04% dan kontribusi 19,07% ke PDB.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM). Salah satunya melalui MoU dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat. Agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, akses distribusi lebih luas, dan mampu menjangkau pasar lebih besar,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menegaskan, sektor industri manufaktur nasional masih menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen.
Sektor ini juga memberikan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap PDB nasional. “Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional,” ucapnya.
Selain itu, tingkat optimisme pelaku usaha industri juga masih terjaga. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 yang berada pada level ekspansif sebesar 51,75.
Kondisi tersebut, lanjut Menperin, menunjukkan sektor ini memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang baik di tengah tantangan global. Termasuk tekanan geopolitik dan krisis energi dunia yang memengaruhi biaya logistik dan bahan baku.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita. Turut hadir bersamanya, Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk, Rika Juniaty Tanzil, pada Senin, 18 Mei 2026 lalu.
Kerja sama yang berlaku selama dua tahun tersebut mencakup berbagai ruang lingkup. Mulai dari pertukaran data dan informasi, fasilitasi promosi, perluasan pasar, jejaring kemitraan, hingga bimbingan teknis dan pendampingan pemasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....