Efisiensi Anggaran Capai Triliunan karena BGN Hentikan MBG saat Libur

  • 18 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN hentikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah nasional 22 Juni–13 Juli 2026 untuk penataan tata kelola program.
  • SPPG yang tidak beroperasi tidak menerima insentif harian, sesuai Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026.
  • Efisiensi anggaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 triliun, terutama dari penghentian insentif operasional SPPG sebesar Rp6 juta per hari.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional menghentikan distribusi Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut berlaku pada periode liburan pertengahan tahun 2026.

Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari mengatakan langkah itu dilakukan untuk efisiensi. Kebijakan juga menjadi bagian dari penataan tata kelola program.

“Pada kali ini kebijakan yang kami ambil adalah benar-benar tidak mendistribusikan MBG. Kami ingin melakukan tata kelola kembali sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini,” kata Agustina Arumsari, selaku Jubir sekaligus Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, pada Konferensi Pers terkait Libur Sekolah – Libur MBG di Gedung Badan Gizi Nasional, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Libur sekolah secara nasional berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Selama periode tersebut SPPG tidak menjalankan operasional distribusi MBG.

Agustina menjelaskan SPPG yang tidak beroperasi tidak akan menerima insentif harian. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026.

“Dengan tidak didistribusikannya MBG maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif. Itu yang penting untuk digarisbawahi,” ujarnya.

Menurutnya, efisiensi terbesar berasal dari penghentian insentif operasional SPPG. Selama ini insentif diberikan sebesar Rp6 juta per hari.

“Dari sisi insentif itu sebesar tiga triliun sekian untuk penghematannya. Karena insentif enam juta itu tidak diberikan selama masa liburan,” ucap Agustina

Ia menilai kebijakan tersebut lebih mengutamakan efektivitas penggunaan anggaran negara. Dana yang tersedia akan dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

“Program ini harus efektif dan efisien. APBN yang digunakan bisa lebih kita hemat,” katanya.

BGN memastikan layanan MBG akan kembali berjalan setelah masa libur berakhir. Evaluasi tata kelola juga dilakukan selama penghentian sementara berlangsung. (Agnes Claudia Ohoira).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....